| Seperti penyakit
menahun lainnya, penyakit ginjal kronik (PGK) juga disertai oleh penyulit
(komplikasi).
Komplikasi yang seringkali ditemui pada penderita PGK adalah:
- Anemia
- Osteodistrofi Renal
- Gagal Jantung
- Impotensi
Anemia
Anda dikatakan mengalami anemia jika memiliki
kadar sel darah merah yang rendah. Sel darah merah ini bertugas mengangkut
oksigen ke seluruh tubuh dan jaringan, sehingga tubuh dapat menghasilkan
energi yang Anda butuhkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Mengapa terjadi anemia?
Pada PGK, anemia terjadi karena berkurangnya
produksi hormon eritropoietin (EPO) akibat berkurangnya massa sel-sel
tubulus ginjal. Hormon ini diperlukan oleh sumsum tulang untuk merangsang
pembentukan sel-sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengangkut
oksigen ke seluruh tubuh. Jika eritropoietin berkurang, maka sel-sel darah
merah yang terbentuk pun akan berkurang, sehingga timbullah anemia.
Faktor lain yang juga berperan dalam terjadinya anemia
adalah :
- kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, karnitin
- penghambat eritropoietin (peradangan, hiperparatiroidisme)
- perdarahan
- umur sel darah merah yang memendek (misalnya pada anemia hemolitik,
anemia sickle cell/anemia
bulan sabit)

Bagaimana diagnosis anemia ditegakkan?
Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui
kadar:
- Hemoglobin (Hb)
Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang
mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Nilai normal untuk wanita : 12,5-15 gr/dL, pria : 14-16
gr/dL.
-
Hematokrit (Ht)
Hematokrit menggambarkan persentase kandungan sel darah
merah dalam darah Anda.
Nilai normal untuk wanita : 38-47%, pria : 42-50%.
Apa yang Anda rasakan?
- Mudah lelah
- Tampak pucat
- Kurang bertenaga
- Pusing
- Sulit berkonsentrasi
- Nafsu makan berkurang
- Sulit tidur
- Jantung berdebar-debar
- Sesak napas
Bagaimana mengatasinya?
1.
EPO
EPO atau
eritropoietin adalah obat untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
Diberikan dengan cara disuntikkan ke bawah kulit (subkutan) atau ke
dalam vena (intravena).
2. Zat
besi
Untuk membuat sel darah merah, tubuh Anda
juga memerlukan zat besi dalam jumlah yang cukup. Karena itu, supaya
efektif, pemberian EPO biasanya dilakukan bersamaan dengan pemberian
zat besi. Zat besi diberikan dalam bentuk pil atau suntikan intravena.
Untuk mengetahui
apakah tubuh Anda memiliki zat besi dalam jumlah yang mencukupi, dilakukan
pemeriksaan darah untuk mengukur kadar:
- ST :
saturasi transferin, menunjukkan perbandingan zat besi darah dan
kapasitas kemampuan pengikatan zat besi dalam persen.. Nilai normal
: 20-50%
- Feritin
: jumlah zat besi yang disimpan di dalam tubuh. Nilai normal : 100-800
mcg/L
3. Vit
B12, asam folat
Karena kedua
zat gizi ini ikut berperan dalam terjadinya anemia, maka diharapkan
suplementasi vitamin B12 dan asam folat dapat ikut memperbaiki anemia
pada penderita PGK.
Apa yang terjadi jika anemia tidak diobati?
Jika tidak diobati,
anemia dapat menyebabkan beban kerja jantung meningkat sehingga terjadi
penebalan jantung sebelah kiri (LVH atau left
ventricular hypertrophy) yang dapat berlanjut menjadi gagal
jantung. |