|
Osteodistrofi
Renal
Kelainan
tulang pada PGK yang terjadi akibat gangguan metabolisme mineral disebut
sebagai osteodistrofi renal. Pada keadaan ini, ginjal gagal mempertahankan
keseimbangan kadar kalsium dan fosfat dalam darah.
Ada
3 jenis osteodistrofi renal:
1. Orteomalasia
- Ditemukan
pada sekitar 60& penderita PGK
- Tulang
digantikan oleh jaringan osteoid yang memiliki struktur lemah dan
mudah patah
- Pada
foto rontgen, kepadatan tulang berkurang, terutama pada tulang tangan,
tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belakang
2. Osteitis
fibrosa
- Ditemukan
pada sekitar 30% penderita PGK
- Tulang
digantikan oleh jaringan fibrosa (jaringan ikat) yang menyerupai kista
(osteitis fibrosa cystica)
- Pada
foto rontgen tampak kepadatan tulang berkurang
3. Osteosklerosis
- Kelainan
ini paling jaragn ditemukan
- Pada
foto rontgen tampak sebagai garis-garis pada tulang belakang (ruger-jersey
spine)
Pada penderita
PGK, ketiga jenis osteodistrofi renal ini bisa muncul sendiri-sendiri
atau bersamaan, tetapi kebanyakan ditemukan lebih dari 1 jenis.
Jika kadar
fosfat dan kalsium dalam darah sangat tinggi (hasil kali kadar kalsium
dan fosfat mencapai > 70 mg/dL) maka selain demineralisasi tulang,
pada PGK akan terjadi pengendapan garam kalsium fosfat di berbagai jaringan
lunak (kalsifikasi metastatik) :
- Di dalam dan sekitar
persendian : nyeri artritis
- Di dalam ginjal (nefrokalsinosis)
: menyebabkan penyumbatan
- Di dalam pembuluh darah
: gangguan elastisitas pembuluh darah, penyumbatan
- Di jantung : menyebabkan
gangguan irama dan kontraksi otot jantung
- Di paru-paru : menyebabkan
gangguan fungsi dan kerusakan jaringan paru, hipertensi paru
- Pada konjungtiva (selaput
lendir) dan selaput bening (kornea) mata : menyebabkan gangguan penglihatan
Apa
penyebab osteodistrofi renal?
Faktor
utama yang berperan dalam terjadinya osteodistrofi renal adalah :
- Penurunan fungsi ginjal
- Hiperparatiroidisme
sekunder (kelenjar paratiroid membesar karena bekerja ekstra)
- Defisiensi (kekurangan)
dan resistensi vitamin D aktif.
Bagaimana
terjadinya osteodistrofi renal?
Mineral
yang membangun dan memperkuat tulang adalah kalsium. Jika kadar kalsium
di dalam darah terlalu rendah, maka 4 kelenjar kecil di daerah leher –
yaitu kelenjar paratiroid – akan melepaskan hormon paratiroid. Hormon
ini akan menarik kalsium dari tulang supaya kadar kalsium dalam darah
meningkat. Jika jumlah hormon paratiroid dalam darah terus meningkat,
maka akan semakin banyak kalsium yang diambil dari tulang sehingga akhirnya
tulang mengalami demineralisasi dan menjadi rapuh.
Kadar kalsium
dalam darah juga ditentukan oleh fosfat. Ginjal yang sehat bertugas membuang
kelebihan fosfat dari darah. Jika ginjal gagal berfungsi, maka kadar fosfat
dalam darah dapat meningkat dan menyebabkan kadar kalsium dalam darah
menurun sehingga semakin banyak kalsium yang diambil dari tulang untuk
mengkompensasi kadar fosfat yang tinggi dan tulang menjadi rapuh.
Ginjal
yang sehat menghasilkan kalsitriol, suatu bentuk aktif vitamin D, yang
bertugas membantu menyerap kalsium dari makanan ke dalam tulang dan darah.
Jika kadar kalsitriol turun sangat rendah maka penyerapan kalsium dari
makanan juga terganggu, akibatnya kadar hormon paratiroid akan meningkat
dan merangsang pengambilan kalsium dari tulang. Kalsitriol dan hormon
paratiroid bekerja sama untuk menjaga keseimbangan kalsium dan kesehatan
tulang. |