Komplikasi PGK


.:: Sahabat Ginjal >> Gagal jantung ::.

Gagal Jantung

Penderita PGK juga berisiko mengalami gagal jantung atau penyakit jantung iskemik.

Gagal jantung adalah suatu keadaan dimana jantung tidak dapat memompa darah dalam jumlah yang memadai ke seluruh tubuh. Jantung tetap bekerja tetapi kekuatan memompa

atau daya tampungnya berkurang. Gagal jantung bisa menyerang jantung bagian kiri, bagian kanan atau keduanya.

Mengapa terjadi gagal jantung?

Gagal jantung pada PGK biasanya didahului oleh anemia. Jika tidak diobati, anemia pada PGK bisa menimbulkan masalah yang serius. Jumlah sel darah merah yang rendah akan memicu jantung sehingga jantung bekerja lebih keras. Hal ini menyebabkan pelebaran bilik jantung kiri yang disebut LVH (left ventricular hypertrophy). Lama kelamaan, otot jantung akan melemah dan tidak mampu memompa darah sebagaimana mestinya sehingga terjadilah gagal jantung. Hal ini dikenal dengan nama sindrom kardiorenal.

Apa yang Anda rasakan?

  1. Sesak napas
  2. Merasa lelah
  3. Tidak ada nafsu makan
  4. Bengkak di pergelangan kaki, kaki, tungkai (kadang perut)
  5. Batuk (yang semakin memburuk pada malam hari atau ketika berbaring)
  6. Berat badan bertambah
  7. Sering berkemih

Berat ringannya gagal jantung, biasanya dikelompokkan berdasarkan pengaruhnya terhadap kegiatan Anda sehari-hari:

  1. Derajat 1: Tanpa keluhan - Anda masih bisa melakukan aktivitas fisik sehari-hari tanpa disertai kelelahan ataupun sesak napas
  2. Derajat 2: Ringan - aktivitas fisik ringan/sedang menyebabkan kelelahan atau sesak napas, tetapi jika aktivitas ini dihentikan maka kluhan pun hilang
  3. Derajat 3: Sedang - aktivitas fisik ringan/sedang menyebabkan kelelahan atau sesak napas, tetapi keluhan akan hilang jika aktivitas dihentikan
  4. Derajat 4: Berat - tidak dapat melakukan aktivitas fisik sehari-hari, bahkan pada saat istirahat pun keluhan tetap ada dan semakin berat jika melakukan aktivitas.

Pemeriksaan yang Anda jalani

Selain memperoleh keterangan yang mendukung dari hasil wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter biasanya melakukan serangkaian pemeriksaan guna menunjang diagnosis gagal jantung:

  1. EKG (elektrokardiogram): untuk mengukur kecepatan dan keteraturan denyut jantung
  2. Echokardiogram: menggunakan gelombang suara untuk mengetahui ukuran dan bentuk jantung, serta menilai keadaan ruang jantung dan fungsi katup jantung. Sangat bermanfaat untuk menegakkan diagnosis gagal jantung.
  3. Foto rontgen dada: untuk mengetahui adanya pembesaran jantung, penimbunan cairan di paru-paru atau penyakit paru lainnya.
  4. Tes darah BNP: untuk mengukur kadar hormon BNP (B-type natriuretic peptide) yang pada gagal jantung akan meningkat.

Bagaimana mengatasinya?

1. Perubahan gaya hidup

  • Diet rendah garam
  • Membatasi asupan cairan
  • Berhenti merokok

2. Obat-obatan, diberikan untuk membantu memperbaiki fungsi jantung dan meringankan gejala:

  • Diuretik: Untuk mengurangi penimbunan cairan dan pembengkakan
  • Penghambat ACE (ACE inhibitors): untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung
  • Penyekat beta (beta blockers): Untuk mengurangi denyut jantung dan menurunkan tekanan darah agar beban jantung berkurang
  • Digoksin: Memperkuat denyut dan daya pompa jantung

  
Untuk saran, mencari informasi, dll silahkan klik disini >>





Dengan menjadi anggota kami, Anda mendapat kesempatan mengakses halaman khusus anggota di atas beserta program-program unggulan Kalbe Farma dan reward yang menarik! Jika Anda penderita penyakit ginjal kronik yang menggunakan produk-produk ginjal produksi PT Kalbe Farma Tbk (CAPD maupun non-CAPD), kirimkan permintaan ke email: admin@sahabatginjal.com atau hubungi langsung ke 021-42873888 atau 0888-16-11-403 (pk. 09.00 - 15.00 WIB) atau faks: 021-4269734.
Sitemap About Us Dialysis Center

Privacy Policy | Legal information | Disclaimer