|
Gagal Jantung
Penderita PGK juga berisiko mengalami gagal jantung
atau penyakit jantung iskemik.
Gagal jantung adalah suatu keadaan dimana jantung tidak
dapat memompa darah dalam jumlah yang memadai ke seluruh tubuh. Jantung
tetap bekerja tetapi kekuatan memompa
atau daya tampungnya berkurang. Gagal jantung bisa menyerang
jantung bagian kiri, bagian kanan atau keduanya.
Mengapa terjadi gagal jantung?
Gagal jantung pada PGK biasanya didahului oleh anemia.
Jika tidak diobati, anemia pada PGK bisa menimbulkan masalah yang serius.
Jumlah sel darah merah yang rendah akan memicu jantung sehingga jantung
bekerja lebih keras. Hal ini menyebabkan pelebaran bilik jantung kiri
yang disebut LVH (left ventricular hypertrophy). Lama kelamaan,
otot jantung akan melemah dan tidak mampu memompa darah sebagaimana mestinya
sehingga terjadilah gagal jantung. Hal ini dikenal dengan nama sindrom
kardiorenal.
Apa yang Anda rasakan?
- Sesak napas
- Merasa lelah
- Tidak ada nafsu makan
- Bengkak di pergelangan kaki, kaki, tungkai (kadang perut)
- Batuk (yang semakin memburuk pada malam hari atau ketika berbaring)
- Berat badan bertambah
- Sering berkemih

Berat ringannya gagal jantung, biasanya dikelompokkan
berdasarkan pengaruhnya terhadap kegiatan Anda sehari-hari:
- Derajat 1: Tanpa keluhan - Anda masih bisa melakukan
aktivitas fisik sehari-hari tanpa disertai kelelahan ataupun sesak
napas
- Derajat 2: Ringan - aktivitas fisik ringan/sedang
menyebabkan kelelahan atau sesak napas, tetapi jika aktivitas ini
dihentikan maka kluhan pun hilang
- Derajat 3: Sedang - aktivitas fisik ringan/sedang
menyebabkan kelelahan atau sesak napas, tetapi keluhan akan hilang
jika aktivitas dihentikan
- Derajat 4: Berat - tidak dapat melakukan aktivitas
fisik sehari-hari, bahkan pada saat istirahat pun keluhan tetap ada
dan semakin berat jika melakukan aktivitas.

Pemeriksaan yang Anda
jalani
Selain memperoleh keterangan yang mendukung dari
hasil wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter biasanya melakukan serangkaian
pemeriksaan guna menunjang diagnosis gagal jantung:
- EKG (elektrokardiogram): untuk mengukur kecepatan dan keteraturan
denyut jantung
- Echokardiogram: menggunakan gelombang suara untuk mengetahui ukuran
dan bentuk jantung, serta menilai keadaan ruang jantung dan fungsi katup
jantung. Sangat bermanfaat untuk menegakkan diagnosis gagal jantung.
- Foto rontgen dada: untuk mengetahui adanya pembesaran jantung, penimbunan
cairan di paru-paru atau penyakit paru lainnya.
- Tes darah BNP: untuk mengukur kadar hormon BNP (B-type natriuretic
peptide) yang pada gagal jantung akan meningkat.
Bagaimana mengatasinya?
1. Perubahan gaya hidup
- Diet rendah garam
- Membatasi asupan cairan
- Berhenti merokok
2. Obat-obatan, diberikan untuk membantu memperbaiki
fungsi jantung dan meringankan gejala:
- Diuretik: Untuk mengurangi penimbunan cairan dan pembengkakan
- Penghambat ACE (ACE inhibitors): untuk menurunkan
tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung
- Penyekat beta (beta blockers): Untuk mengurangi
denyut jantung dan menurunkan tekanan darah agar beban jantung berkurang
- Digoksin: Memperkuat denyut dan daya pompa jantung
|