Gaya Hidup Ramah PGK


.:: Sahabat Ginjal >> Gaya Hidup Ramah PGK ::.

Dengan gaya hidup yang tepat, ginjal dapat dipelihara agar tetap sehat. Berbagai gaya hidup yang perlu diperhatikan penderita PGK di antaranya adalah:

Pengaturan makanan dan minuman (diet) 
Makanan dan minuman penting bagi setiap orang, tapi lebih penting lagi pada penderita PGK. Mengapa? Saat ginjal mengalami gangguan/kerusakan, zat-zat sisa metabolisme dan cairan yang berlebihan dan tidak diperlukan akan terganggu pembuangannya sehingga menumpuk di dalam darah. Tergantung dari berat ringannya penyakit, penumpukan ini dapat menimbulkan berbagai keluhan yang mengganggu mulai dari mual, muntah, pembengkakan (edema) dan sebagainya. Dengan membatasi dan mengatur jumlah dan jenis makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, zat-zat sisa dan cairan akan lebih sedikit menumpuk dalam darah sehingga keluhan berkurang dan tubuh lebih nyaman.

A. Mengurangi asupan protein (khusus bagi penderita PGK yang tidak menjalani dialisis secara rutin). 
• Mengapa? 
Tubuh kita membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup. Protein berguna antara lain untuk membangun tubuh dan memperbaiki jaringan (misalnya otot-otot) yang mengalami kerusakan. Penggunaan protein dalam tubuh menghasilkan zat sisa berupa zat urea, yang biasanya akan dibuang keluar dari tubuh oleh ginjal yang sehat. Namun, ginjal yang mengalami gangguan akan mengalami kesulitan membuang zat urea dari dalam tubuh. Sebagai akibatnya, terjadi penumpukan urea dalam darah, menimbulkan apa yang disebut peningkatan Blood Urea Nitrogen atau BUN. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan mengurangi asupan protein. 
Meskipun perlu dibatasi, namun penderita PGK tetap membutuhkan asupan protein agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Karena itu, pembatasan 

asupan protein tidak sekedar hanya 'mengurangi' saja melainkan perlu diatur oleh dokter/ahli gizi yang kompeten. 
Secara umum, pengaturan asupan protein dilakukan berdasarkan kadar GFR penderita PGK yang bersangkutan, dengan mengikuti contoh sebagai berikut:

Pembatasan asupan protein pada PGK1

GFR (mL/menit)

Asupan protein (g/kg BB/hari)

>60

Pembatasan protein tidak dianjurkan

25-60

0.6 - 0.8 g/kg BB/hr, termasuk > 0.35 g/kg BB/hr protein dengan nilai biologis tinggi.

5-25

0.6 - 0.8 g/kg BB/hr, termasuk > 0.35 g/kg BB/hari protein dengan nilai biologis tinggi atau tambahan 0.3 g asam amino esensial atau asam keton.

<60 (Sindrom Nefrotik)

0.8 g/kg BB/hr (ditambah dengan 1g protein/g proteinuria atau 0.3 g/kg BB tambahan asam amino esensial atau asam keton)


Referensi: 
1. Suwitra K. Penyakit Ginjal Kronik. Dalam: Sudoyo AWdkk. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta Juni 2006.

 
• Tips mengatur asupan protein 
Tubuh penderita PGK lebih sanggup menggunakan jenis protein dengan nilai biologis yang tinggi. Oleh karena itu, dalam memilih jenis protein yang dikonsumsi, dianjurkan untuk mengikutsertakan protein dengan nilai biologis tinggi tersebut, seperti ayam, ikan, daging tanpa lemak, susu dan keju.

B. Mengurangi asupan garam 
• Mengapa? 
Garam (natrium) bersifat menahan air. Jika Anda mengurangi asupan garam, cairan dalam tubuh juga tidak terlalu banyak menumpuk, pembengkakan tangan dan kaki yang sering terjadi manakala cairan tubuh berlebihan juga akan berkurang, dan kerja jantung serta paru-paru juga menjadi lebih ringan sehingga mengurangi keluhan sesak dan sulit bernapas. Selain itu, jika Anda mengurangi garam, rasa haus juga akan berkurang sehingga otomatis tidak terlalu banyak minum air.

• Tips mengurangi asupan garam

1. Cek label makanan di supermarket jika akan membeli makanan. Pilih makanan yang tidak terlalu banyak mengandung natrium/sodium (sebaiknya kurang dari 400 mg natrium per saji). 
2. Perbanyak konsumsi makanan yang segar dari alam seperti sayur atau buah. Hindari makanan kaleng atau makanan instan. 
Gunakan gelas berukuran kecil agar Anda tidak minum terlalu banyak. 
3. Kurangi garam dalam makanan yang akan dikonsumsi. 
Gunakan bumbu lain seperti bawang, jeruk nipis, kayu manis, dan lain sebagainya untuk memberi rasa masakan agar tidak terlalu tawar. 
4. Jika menggunakan pengganti garam, pilihlah yang tidak mengandung kalium.

Next page >>

  
Untuk saran, mencari informasi, dll silahkan klik disini >>





Dengan menjadi anggota kami, Anda mendapat kesempatan mengakses halaman khusus anggota di atas beserta program-program unggulan Kalbe Farma dan reward yang menarik! Jika Anda penderita penyakit ginjal kronik yang menggunakan produk-produk ginjal produksi PT Kalbe Farma Tbk (CAPD maupun non-CAPD), kirimkan permintaan ke email: admin@sahabatginjal.com atau hubungi langsung ke 021-42873888 atau 0888-16-11-403 (pk. 09.00 - 15.00 WIB) atau faks: 021-4269734.
Sitemap About Us Dialysis Center

Privacy Policy | Legal information | Disclaimer