| Ketika
emosi jadi labil
Penderita PGK seringkali
rentan terhadap perubahan emosi (naik turun dan sangat labil). Hal itu
wajar mengingat PGK memang penyakit yang serius, lama diderita dan menimbulkan
keluhan-keluhan yang tidak remeh bahkan sangat berat. Otomatis PGK menimbulkan
stres emosional yang tidak sedikit pada penderita maupun keluarganya.
Belum lagi jika ditambah dengan biaya ekonomi yang tidak sedikit dalam
terapi PGK yang seringkali dapat berlangsung sangat lama.
Selain itu, kondisi uremia
(penumpukan zat-zat sisa dalam tubuh yang dialami penderita PGK) juga
dapat berefek terhadap sistem saraf, membuat perasaan menjadi labil dan
sering berpindah-pindah dari marah menjadi gembira, dan sebaliknya (mood
swing).
Akhirnya, beberapa jenis
obat-obatan yang dikonsumsi penderita PGK pun mungkin dapat memiliki efek
samping mempengaruhi emosi. Semua faktor di atas turut bertanggung jawab
atas kelabilan emosi yang sering dialami penderita PGK.
Namun, hidup terus berjalan.
Kelabilan emosi pun harus dijalani. Berikut beberapa tips yang mungkin
dapat membantu Anda mengendalikan emosi dengan lebih baik:
1. Konsultasi dan sharing
Berbagai masalah dapat terasa lebih ringan jika dibicarakan bersama. Tidak
perlu ke banyak orang, namun cukup pilih satu dua orang yang paling Anda
percayai dan hormati serta bersedia mendengarkan. Bicarakan kesulitan
dan kekhawatiran Anda, jangan dipendam saja.
Memendam kesulitan dan kekhawatiran seringkali justru menambah ekstra
permasalahan yang sudah ada. Sebaliknya, membicarakan dan mendiskusikannya
terkadang membantu kita menemukan solusi yang sebelumnya tidak terlihat.
Jika tidak ada solusi yang muncul pun, sekadar membicarakan dan sharing
masalah pun seringkali dapat membantu meringankan beban pikiran dan membuat
hati lebih lapang.

2. Berkumpullah dengan
pasien PGK lainnya
Mengalami suatu penyakit kronis seperti PGK bukan pengalaman yang dialami
setiap orang, sehingga adakalanya orang-orang di sekitar Anda mengalami
kesulitan memahami kondisi Anda. Namun, tidak demikian dengan para penderita
PGK lainnya. Seringkali antara satu sama lain penderita sangat memahami
dan berbagi pengalaman yang sama. Terlibatlah dalam perkumpulan penderita
PGK, sehingga Anda tidak sendiri dalam berjuang mengatasi PGK.

3. Dekatkan diri dengan keluarga
Meskipun Anda pastilah orang yang paling mengalami beban berat dari PGK,
namun keluarga Anda pun mengalami dampaknya. Mereka juga mengalami stres,
rasa tidak berdaya, ketidakpastian serta kekhawatiran karena Anda adalah
orang tersayang bagi mereka. Bukalah diri dan sering-sering berbagi pikiran
dan perasaan dengan keluarga, sesuai dengan cara Anda masing-masing.

4. Pengetahuan adalah kekuatan
Lebih banyak mengetahui tentang PGK, komplikasi dan terapinya serta efek
jangka panjang dan lain sebagainya, membuat Anda lebih siap dan lebih
mampu mengontrol hidup, sehingga tidak membiarkan PGK mengambil alih kehidupan
Anda. Lebih baik lagi jika keluarga juga ikut mencari informasi sehingga
lebih siap menghadapi penyakit yang dapat berlangsung lama ini.
5. Tetap aktif dalam kegiatan sosial
Menderita PGK tidak berarti Anda tidak dapat menikmati kesenangan berkumpul
dengan para keluarga, kolega maupun teman. Kegiatan sosial membantu Anda
mengalihkan pikiran dari PGK dan membantu Anda terus terlibat dalam masyarakat.
Depresikah
saya?
Bagi penderita penyakit kronik seperti PGK, seringkali rentan terkena
depresi. Depresi perlu dikenali sejak dini dan ditangani, apalagi depresi
sebenarnya dapat diobati. Kenali depresi dengan mengisi angket berikut.
Pada setiap nomor, pilihlah angka yang paling menggambarkan situasi yang
Anda hadapi dalam hari-hari belakangan ini. Setelah selesai, jumlahkan
hasilnya untuk mengetahui apakah Anda menderita depresi. |