BATU GINJAL

Apa itu Infeksi Batu Ginjal?

Batu ginjal merupakan salah satu kelainan batu saluran kemih. Berdasarkan letaknya, batu saluran kemih dapat dibedakan menjadi batu ginjal dan batu kandung kemih. Batu ginjal merupakan penyebab yang paling sering dari kelainan saluran kemih. Batu ginjal ini dapat berpindah tempat ke ureter (saluran kemih atas), kandung kemih, saluran kemih bawah (uretra) dan dapat menyebabkan sumbatan.

Jadi letak batu saluran kemih bisa berada di ginjal, kandung kemih dan saluran kemih (atas atau bawah). Batu ginjal sebagian besar mengandung batu kalsium oksalat atau kalsium fosfat dan dijumpai 65-85 % dari kasus batu ginjal.

 

Gejala Batu Ginjal

Gejala yang ditimbulkan akibat adanya batu ginjal ini bervariasi tergantung dari besar batu dan lokasi sumbatan, dari yang tidak ada gejalanya hingga timbul nyeri pinggang, sakit dan sulit berkemih, mual, infeksi saluran kemih berulang hingga yang paling berat terjadinya kegagalan fungsi ginjal.

Faktor - faktor yang berperan dalam pembentukan batu Ginjal

 

  • Tingginya proses buangan (ekresi) kalsium, sitrat dan asam urat dalam urin

  • Asupan protein yang tinggi dari diet

  • Kurang minum

  • Sering mengkonsumsi minuman berkarbonasi, jus apel, jus anggur, dsb

 

 

Pengobatan

Pengobatan batu ginjal ditujukan untuk mengurangi gejala dan pengangkatan batu. Jika ada rasa nyeri (kolik) biasanya pasien dianjurkan untuk tirah baring dan diberikan analgesik (obat pereda nyeri) dan spasmolitik (obat untuk merelaksasi saluran kemih). Pengangkatan batu dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan batu secara spontan melalui urin (dapat dirangsang dengan obat) biasanya untuk batu berukuran kecil (< 6 mm) dan pengangkatan batu melalui prosedur bedah non invasif (misal dengan metode kejut (litotripsi)) atau bedah terbuka.

 

Pengaturan Diet untuk Mencegah Pembentukan Batu Ginjal

 

  • Memperbanyak minum, terutama pada malam hari. Asupan cairan pada malam hari akan meningkatkan aliran kemih dan menurunkan konsentrasi pembentukan batu dalam urin.

  • Menghindari minuman yang mengandung gas (minuman berkarbonasi/ soda) melebihi 1 liter/minggu.

  • Mengurangi asupan protein/ membatasi asupan makanan yang tinggi protein.

  • Diet rendah natrium, mengurangi makanan yang banyak mengandung garam.

  • Membatasi asupan kalsium tidak dianjurkan karena turunnya kalsium dalam saluran cerna akan meningkatkan penyerapan oksalat oleh pencernaan, meningkatkan pengeluaran oksalat ke dalam saluran kemih dan meningkatan kejenuhan oksalat dalam urin.