Aktivitas jalan terus, walaupun harus menjalani CAPD
25 Augustus 2017

Bapak Ambri Lawu Trenggono, pasien

Tahun 2009, hidup Ambri Lawu berubah drastis. Dari yang semula aktif, gemar berpetualang, menemui keputusasaan karena didiagnosis gagal ginjal.

Sehari-hari, yang dirasakan adalah lemas, pusing, dan mual. Dan tiga kali seminggu, harus ke rumah sakit untuk cuci darah. Setiap kali sehabis cuci darah, saya drop. Paha saya memar karena suntikan. Pergi ke rumah sakit normal, pulang jalan pincang.

Tak adanya program asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada saat itu, membuat uang dan harta benda ludes untuk pembiayaan pengobatan. Barang-barang banyak yang saya jual. Mobil saya jual. Pernah suatu saat, uang saya benar-benar tinggal goceng.

Namun kini, Ambri tampak bugar dan menunjukkan bahwa gagal ginjal bukan akhir hidup.

Salah satu faktor yang membuat Ambri kembali memiliki semangat hidup adalah karena menemukan pengobatan yang sesuai. Mencari informasi di internet, menemukan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau bisa disebut cuci darah mandiri. Tidak banyak yang saya tahu awalnya. Cuma tahu kalau CAPD itu kita bisa lebih longgar atur makanan. Bermodal info fleksibilitas makan yang baginya akan memberi sedikit kenikmatan, Ambri konsultasi ke dokter. Tiga tahun lalu, akhirnya dia mulai menjalani pengobatan itu.

Dengan CAPD, saya tetap bisa melakukan kegiatan apa pun. CAPD nya saya bisa lakukan di rumah sendiri dengan cukup mengalirkan cairan dialisis ke rongga perutnya. Cairannya sendiri mirip dengan cairan infus namun berfungsi menyaring racun. Cairan yang berada dalam wadah plastik dialirkan dengan selang, dimasukkan ke rongga perut lewat kateter yang telah dipasang lewat operasi. Sehari, cuci darah mandiri dilakukan 4 kali. Meski harus membawa cairan dialisis ke mana pun pergi, Ambri mengaku tak keberatan.

Setiap bulan, kurang lebih Ambri menghabiskan 120 kantung cairan dialisis. Kateter diganti 6 bulan sekali tetapi bukan berarti operasi ulang. Adanya kateter di rongga perut tidak menganggu. Saya tetap bisa olahraga. Tidur tengkurap juga tidak masalah. Tidak ada ganjalan.

Dengan adanya BPJS saat ini, seluruh pengobatan dengan CAPD juga gratis. "Dari pasang kateter tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

 

DAFTAR PUSTAKA

Yunanto Wiji Utomo. Kompas 16 Agustus 2017

 

SUMBER GAMBAR

http://sains.kompas.com/read/2017/08/16/202148323/hidup-tanpa-ginjal-itu-keniscayaan-ambri-lawu-membuktikan

CERITA LAINNYA