CEGAH STROKE SAAT GINJAL MOGOK

Stroke adalah kelainan pembuluh darah otak yang menyebabkan kematian jaringan otak akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Gangguan saraf yang terjadi dapat disebabkan oleh sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah pada satu atau beberapa bagian otak. Gangguan ini dapat bersifat sementara dan menetap hingga lebih dari 24 jam atau bahkan meninggal dunia (apabila disertai komplikasi dari penyakit penyerta seperti gula darah yang terlalu tinggi, infeksi otak dan sebagainya). Stroke merupakan penyebab ketiga kematian setelah penyakit jantung dan kanker.

Pada pasien penyakit ginjal, 87%-nya dapat mengalami stroke perdarahan akibat adanya perubahan tekanan darah ke seluruh tubuh (termasuk otak) karena pada umumnya, tekanan tersebut diatur oleh organ ginjal, selain itu penumpukan toksin uremik di dalam pembuluh darah dapat menyebabkan elastisitas pembuluh darah terganggu.

Untuk mencegah serangan stroke pada pasien ginjal berbagai faktor risiko stroke harus dikontrol terutama tekanan darah, selain itu juga kadar kolesterol dan gula darah.

Perlu diketahui bahwa saraf merupakan bagian tubuh manusia yang apabila telah mengalami kerusakan maka tidak dapat kembali normal (bersifat ireversibel), berdampak pada disabilitas/kecacatan pasien. Oleh sebab itu mengetahui tanda dan gejala stroke secara dini sangatlah penting. Untuk mengetahui gejala serangan stroke umumnya dikenal dengan singkatan SeGeRa Ke RS yang meliputi:

  • Senyum yang tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  • Gerak anggota tubuh separuh melemah secara tiba-tiba.
  • BicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat berbicara/ kata-katanya tidak dimnegerti.
  • Kebas atau baal, kesemutan pada separuh tubuh.
  • Rabun pandangan secara tiba-tiba.
  • Sakit kepala hebat secara mendadak. Gangguan fungsi keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.

 

Ringan-beratnya disabilitas pasien tergantung pada seberapa cepat stroke itu terdiagnosis/diketahui (maksimal 6 jam setelah kejadian) sehingga mendapat penanganan segera oleh tenaga medis.

 

Daftar Pustaka

  1. Ojaghihaghighi S, Vahdati SS, Mikaeilpour A, Ramouz A. Comparison of    neurological clinical manifestation in patients with hemorrhagic and ischemic stroke. World J Emerg Med. 2017;8(1).
  2. Sacco RL, Kasner SE, Broderick JP, Caplan LR, Connors JJ, Culebras A et al. An Updated Definition of Stroke for the 21st Century. Stroke. 2013;44:00-00.
  3. Tips mudah mengenali gejala dan tanda-tanda stroke. http://www.p2ptm.kemkes.go.id 
  4. Weiner DE, Dad T. Stroke and Chronic Kidney Disease: Epidemiology, Pathogenesis, and Management Across Kidney Disease Stages. Semin Nephrol. 2015;35(4):311-322.

 

Sumber Gambar

https://www.webmd.com/stroke/default.htm