COKLAT GELAP YANG MEMBUAT GINJAL TERANG

Dark chocolate atau coklat hitam/gelap telah diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dark chocolate merupakan jenis coklat yang memiliki kandungan kokoa yang tinggi, dikatakan persentase di atas 70 % adalah jenis yang memberikan dampak kesehatan yang lebih nyata. Kokoa memiliki kandungan flavonoid yang memiliki efek antioksidan dan penurunan tekanan darah. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan kematian sel sehat. Lalu apakah dark chocolate baik untuk diskonsumsi bagi pasien ginjal? 

Menurut USDA Nutrient Database, satu ons cokelat hitam yang dibuat dengan 70-85% kakao mengandung 87 mg fosfor, 203 mg kalium dan 170 kalori, hal ini berarti bahwa kandungan fosfor, kalium dan kalorinya lebih rendah dibandingkan jenis coklat susu. Pada pasien ginjal terdapat pembatasan asupan kalium dan fosfor, selain itu kalori juga menjadi perhatian khususnya bagi pengidap penyakit ginjal kronik dengan diabetes, selain itu kandungan gula dari dark chocolate juga lebih rendah. Asupan makanan dengan kadar fosfor dan kalium yang tingi dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Efek antioksidan dan penurunan tekanan darah dari dark cholate juga memberikan manfaat terhadap proteksi terhadap kerusakan dari dinding pembuluh darah. Pasien hemodialisis (HD) seringkali mengalami kerusakan struktur dinding pembuluh darah (dikenal dengan nama disfungsi endotel), yang dapat berkembang menjadi aterosklerosis  sehingga menyebabkan terganggunya suplai darah. Kandungan polifenol dan teobrominenya menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang sering menyebabkan kerak dalam pembuluh darah, dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Dari penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan flavonoid dari dark chocolate memperbaiki aliran oksigen ke ginjal sehingga bersifat renoprotektif (perlindungan ginjal).

Berapa banyak dark chocolate sebaiknya dikonsumsi? Berbagai penelitian secara umum merekomendasikan sejumlah 20-30 gram perhari, dengan kandungan kakako minimal 70% atau lebih.

 

Daftar Pustaka :

1. A L Persson, Ingrid & Persson, Karin & Haegg, Staffan & Andersson, Rolf. Effects of Cocoa Extract and Dark chocolate on Angiotensin-converting Enzyme and Nitric Oxide in Human Endothelial Cells and Healthy Volunteers-A Nutrigenomics Perspective. Journal of cardiovascular pharmacology.2010; 57. 44-50. 10.1097/FJC.0b013e3181fe62e3.
2. Eske J. What are the health benefits of dark chocolate? Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/324747.php.
3. Pruijm M, Hofmann L, Charollais-Thoenig J, Forni V, Maillard M, Coristine A, Stuber M, Burnier M, Vogt B. Effect of dark chocolate on renal tissue oxygenation as measured by BOLD-MRI in healthy volunteers. Clin Nephrol. 2013;80(3):211-7. doi: 10.5414/CN107897.
4. Rassaf T, Rammos C, Hendgen-Cotta UB, et al. Vasculoprotective Effects of Dietary Cocoa Flavanols in Patients on Hemodialysis: A Double-Blind, Randomized, Placebo-Controlled Trial. Clin J Am Soc Nephrol. 2016;11(1):108–118. doi:10.2215/CJN.05560515

 

Sumber Gambar :

https://www.medicalnewstoday.com/articles/324747.php