DAMPAK KEKURANGAN VITAMIN D PADA PENYAKIT GINJAL

Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang mempunyai berbagai fungsi. Vitamin D memicu penyerapan kalsium dari usus dan menjaga kadar kalsium dan fosfat dalam darah yang diperlukan untuk mineralisasi dan pertumbuhan tulang. Bersama dengan kalsium, vitamin D membantu mencegah osteoporosis. Selain itu, vitamin D juga berperan dalam fungsi sistem imun, saraf, otot, jantung dan pembuluh darah, serta menurunkan peradangan. Vitamin D secara alami ditemukan dalam beberapa makanan seperti sarden, mackerel, salmon, keju, dan kuning telur, serta tersedia dalam suplemen makanan. Vitamin D juga diproduksi oleh tubuh di kulit dengan bantuan sinar matahari. Namun, bentuk vitamin tersebut belum aktif dan harus dikonversi terlebih dahulu menjadi bentuk aktifnya. Secara normal, vitamin D yang dibentuk di kulit dan yang berasal dari makanan yang diserap di usus akan dikonversi menjadi calcidiol (25-hydroxyvitamin D3) di hati, kemudian calcidiol dikonversi menjadi calcitriol (1,25 dihydroxyvitamin D3) di ginjal.

Kadar vitamin D dalam darah yang rendah (defisiensi jika kadar 25(OH)D darah <20 ng/mL dan insufisiensi jika kadarnya 20-29 ng/mL) sering ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronik atau yang menjalani dialisis (cuci darah). Selain kurangnya nutrisi dan paparan sinar matahari, faktor yang dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D adalah ras, jenis kelamin, usia, obesitas, serta gangguan pembentuan dan metabolisme vitamin D.

Dampak yang bisa diakibatkan dari kekurangan vitamin D pada penderita penyakit ginjal kronik dan dialisis antara lain:
• Peningkatan kadar hormon paratiroid sekunder
• Penurunan kepadatan tulang yang dapat menyebabkan pengeroposan tulang
• Kelemahan otot dan peningkatan risiko jatuh
• Sindrom metabolik, obesitas, dan resistensi insulin
• Pembesaran bilik kiri jantung dan ateroklerosis
• Kalsifikasi pembuluh darah
• Gangguan kognitif
• Perburukan atau progresivitas penyakit ginjal
• Kematian

Oleh karena itu, para ahli dari Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (KDOQI) dan Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO) telah merekomendasikan bahwa kekurangan vitamin D harus dihindari pada penderita penyakit ginjal kronik dan dialisis dengan pemberian vitamin D. Kebutuhan vitamin D pada orang dewasa adalah 600 IU per hari. Namun, jika fungsi ginjal terganggu, maka konversi vitamin D menjadi bentuk paling aktifnya (calcitriol) akan terganggu. Untungnya, saat ini sudah ada obat calcitriol yang bisa diberikan dengan resep dokter pada penderita dengan penyakit ginjal kronik atau dialisis.

 

Daftar Pustaka :

1. Vitamin D [Internet]. 2019 [cited 2019 Dec 27]. Available from: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Vitamin%20D-HealthProfessional/
2. Jean G, Souberbielle JC, Chazot C. Vitamin D in chronic kidney disease and dialysis patients. Nutrients. 2017; 9(4): 328.

 

Daftar Gambar :

https://www.nutraingredients.com/Article/2016/08/22/Targeted-intervention-boosts-Irish-athletes-vitamin-D-levels