DARI GIGI TURUN KE GINJAL : KAITAN ANTARA KESEHATAN GIGI DAN GINJAL

Perawatan gigi yang baik sangat penting bagi semua orang, terlebih bagi penderita penyakit ginjal. Apa yang mungkin merupakan infeksi ringan untuk orang sehat bisa menjadi masalah besar bagi seseorang dengan penyakit ginjal. Infeksi kuman pada tubuh akan dilawan balik oleh tubuh dengan radang. Dalam hal melawan infeksi, peradangan itu baik karena membantu tubuh membunuh kuman. Namun, infeksi yang kronis akan menyebabkan peradangan terus menerus, hal inilah yang berbahaya. Gigi berlubang dan penyakit gusi merupakan infeksi bakteri kronis. Selain menyebabkan rasa sakit, sulit makan, dan bau mulut, gigi berlubang dan infeksi gusi dapat menyebabkan masalah lain dengan memicu peradangan kronis yang berbahaya. Juga, kuman yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi dapat menyebar ke seluruh tubuh, terutama jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah. Infeksi bisa serius, bahkan berakibat penderita harus dirawat inap. Pastikan untuk memberi tahu dokter gigi bahwa Anda menderita penyakit ginjal, menjalani hemodialisis, atau penerima transplantasi ginjal.

 

Bagi Orang yang Melakukan Hemodialisis

Orang yang menjalani dialisis umumnya meminum obat pengencer darah selama perawatan dialisis untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Obat pengencer darah memiliki efek samping berupa meningkatnya risiko terjadinya perdarahan. Karena beberapa prosedur gigi dapat menyebabkan perdarahan, maka penting untuk menjadwalkan perawatan gigi pada hari di mana tidak menjalani dialisis.

 

Bagi Calon dan Penerima Transplantasi Ginjal

Pemeriksaan kesehatan gigi diperlukan sebagai bagian dari proses evaluasi transplantasi ginjal. Infeksi gigi yang serius dapat menunda bahkan membatalkan dilakukannya transplantasi ginjal. Hal ini dikarenakan setelah transplantasi ginjal, pasien umumnya meminum obat yang digunakan untuk mencegah penolakan transplantasi yang dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Oleh karena itu, sebelum transplantasi, pasien biasanya diperiksa dan diobat untuk semua infeksi, termasuk gigi, untuk mencegah komplikasi pasca transplantasi.

 

Untuk membantu menghindari masalah gigi serius, mencegah dan mengobati infeksi dengan tepat sangatlah penting!

Kebersihan mulut yang baik akan menghilangkan bakteri yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi. Beberapa saran yang bermanfaat dan mudah yaitu: 

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan sikat bulu lembut dan benang gigi sekali sehari dengan teliti dan menyeluruh pada seluruh permukaan gigi.
  • Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu memperkuat gigi terhadap timbulnya gigi berlubang.
  • Anda mungkin mengalami "mulut kering" sebagai efek samping dari beberapa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ginjal. Kondisi mulut kering membuat lebih mudah untuk timbulnya penyakit gigi berlubang dan gusi. Untuk meningkatkan produksi air liur, cobalah mengunyah permen karet tanpa gula atau mengisap permen tanpa gula.
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara teratur, minimal dua kali setahun. Hal ini bermanfaat mendeteksi dan mengobati gigi berlubang dan penyakit gusi sebelum menjadi serius. Pembersihan juga membantu dengan menghilangkan karang yang mengiritasi gusi.
  • Gigi palsu harus dibersihkan dengan hati-hati setiap hari dan dilepas pada malam hari.

 

Daftar Pustaka :

National Kidney Foundation. The Dental / Kidney Disease Connection. [Internet] 2019 [Cited 2019 December 23]. Available from:https://www.kidney.org/atoz/content/dental-kidney-disease-connection

 

Daftar Gambar :

https://rsaude.com.br/bauru/materia/sorriso-estetica-e-funcionalidade/12982