DEPRESI, SAAT GINJAL TIDAK BERFUNGSI

Depresi merupakan suatu gangguan mental di mana sekitar 85% pasien mengalami rasa cemas yang seringkali disertai dengan keinginan besar untuk bunuh diri, sehingga berdampak pada lingkungan sosial, psikologis dan fisik si pasien itu sendiri. Rata-rata gangguan depresi ini terjadi pada populasi penduduk dengan rentang usia 16-85 tahun, termasuk populasi pasien dengan penyakit ginjal kronik dan atau penyakit ginjal stadium akhir (stadium yang sangat memerlukan hemodialisa/cuci darah).

Pada kategori depresi berat, episode bipolar (suatu kondisi mental di mana seseorang bisa menjadi senang sekali hingga melakukan hal-hal yang berisiko tinggi seperti memanjat tiang listrik atau melakukan tindakan agresif, dan sewaktu-waktu berubah menjadi sedih sekali hingga ingin bunuh diri) ikut menyertai. Ringan-beratnya suatu gangguan depresi, dinilai berdasarkan skala depresi dan ansietas (cemas) yang telah ditetapkan oleh tenaga kesehatan yang berwenang seperti dokter spesialis kejiwaan. Pada pasien ginjal umumnya mengalami depresi berat atau mayor di mana pasien mengalami gejala-gejala depresi selama minimal 2 minggu, karena pasien merasa hidupnya sangat bergantung pada cuci darah dan obat-obatan yang terkait penyakitnya. Depresi ini dapat diketahui sejak dini apabila setiap pasien ginjal kronik/stadium akhir yang baru terdiagnosis, rutin dilakukan interview psikiatrik setiap 6 bulan hingga 1 tahun guna berperan sebagai pemeriksaan screening depresi.

 

Konsultasikan diri Anda kepada tenaga kesehatan terkait apabila mengalami gejala-gejala seperti berikut.

  • Umum : lemas dan hilang energi, merasa tidak bergairah untuk hidup.
  • Atensi dan konsentrasi menurun drastis, berpikir lambat, gangguan memori.
  • Marah tanpa sebab, sangat sensitif untuk marah, menolak diri sendiri.
  • Gejala lain

-       Otot : nyeri dan tegang, nyeri kepala

-       Pencernaan : mulut kering, sensasi tidak nyaman di lambung, mual-muntah,

    diare.

-       Jantung : berdebar-debar, denyut cepat, nyeri dada.

-       Pernapasan : napas pendek.

-       Saraf : mabuk, pusing berputar, pandangan kabur.

-       Saluran kemih-genitalia : hilangnya libido, sulit buang air kecil.

 

Kemungkinan Anda termasuk orang yang mengalami depresi jika memiliki gejala umum yang dapat atau tidak disertai dengan gejala lainnya. Dokter Anda akan membantu memberikan terapi psikologis dan anti depresi (jika diperlukan).

 

Daftar Pustaka

  1. Tiller JWG. Depression and anxiety. MJA Open. 2012;1 Suppl 4:28-32.
  2. Kanter JW, Busch AM, Weeks CE, Landes SJ. The Nature of Clinical Depression: Symptoms, Syndromes, and Behavior Analysis. 2008;31:1-21.
  3. Shirazian S, Grant CD, Aina O, Mattana J, Khorassani F, Ricardo AC. Depression in Chronic Kidney Disease and End-Stage Renal Disease: Similarities and Differences in Diagnosis, Epidemiology, and Management. Kidney Int Rep. 2017;2:94-107.

 

Sumber Gambar

https://www.powerofpositivity.com/research-depression-relapse-signs/