DJENGKOLISM: MAKAN JENGKOL YANG BISA BIKIN GINJAL JENGKEL

Djenkolism, yang oleh masyarakat sering disebut “jengkolan”, merupakan suatu gangguan kondisi kesehatan akibat keracunan jengkol. Djenkolism dianggap sebagai penyebab yang tidak biasa namun penting dari timbulnya gangguan fungsi ginjal akut yang disebabkan konsumsi jengkol (Archidendron pauciflorum).

Jengkol merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, biji jengkol mengandung sejumlah besar asam jengkolat / djenkolic acid dalam kisaran 0,3–1,3 g /100 g berat basah.

Gejala djenkolism lebih sering dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan dengan perbandingan 7: 1 dengan peningkatan kejadian pada bulan September-Januari, di mana musim hujan berlangsung, ketika pohon jengkol sedang berbuah.

Djenkolism terjadi secara sporadic, dan orang yang pernah mengalami djenkolism di masa lalu tidak selalu memiliki gejala pada konsumsi berikutnya. Gejala djenkolism, umumnya terjadi dalam 2–12 jam setelah menelan biji dan terdiri atas nyeri hilang timbul hebat pada pinggang dan kandung kemih, nyeri saat berkemih, perut kembung, muntah, dan diare atau sembelit. Tanda lainnya dapat berupa urin yang keruh, yang kemudian dapat memburuk menjadi berdarah. Pada tahap yang lebih berat produksi urin dapat menurun, dan mencetuskan terjadinya gagal ginjal.

 

Pengobatan dan pencegahan Djenkolism

Gejala ringan umumnya dapat diobati dengan minum air yang banyak serta pemberian natrium bikarbonat 2 gram sebanyak 4 kali sehari hingga gejala hilang. Sedangkan bila terjadi gejala yang berat maka penderita perlu dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Untuk mencegah terjadinya djenkolism, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Hindari mengkonsumsi jengkol pada saat perut kosong (sebelum makan) dan/atau jangan disertai makanan/ minuman lain yang besifat asam.
  2. Hindari mengkonsumsi jengkol dalam keadaan mentah. Sebaiknya jengkol dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar kandungan asam jengkolatnya dapat berkurang. Jengkol mentah mengandung asam jengkolat lebih banyak daripada jengkol yang sudah dimasak.
  3. Biji jengkol dapat dipendam dahulu di dalam tanah sebelum dimasak agar kandungan asam jengkolatnya dapat berkurang.
  4. Jangan mengkonsumsi jengkol secara berlebihan, terutama bagi orang yang mengalami gangguan ginjal.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      Anurogo D. The Art of Medicine. Gramedia Pustaka Utama, 2016:125-8

2.      Bahaya keracunan jengkolat. [cited 2018 June 20]. Available from: http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/BAHAYA-KERACUNAN-ASAM-JENGKOLAT4.pdf.

3.      Bunawan NC, Rastegar A, White KP, Wang NE. Djenkolism: case report and literature review. Int Med Case Rep J. 2014; 7: 79–84.

 

SUMBER GAMBAR

https://medium.com/@infousaha/resep-bumbu-rendang-jengkol-dan-peluang-usahanya-a9fc04d44af2