GINJAL BAIK, OBAT BEKERJA BAIK

Organ ginjal merupakan organ yang berukuran seperti satu genggaman tangan manusia yang terletak di daerah punggung bawah. Fungsi utama ginjal adalah mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh (termasuk di dalamnya hasil metabolisme obat) dan mengatur kadar elektrolit dan air. Ketika tubuh memecahkan protein dari makanan untuk menghasilkan energi atau membangun jaringan tubuh, tubuh menghasilkan urea yang mana pada akhirnya dikeluarkan oleh ginjal melalui urin.

Jika ginjal mengalami kerusakan, proses penyaringan zat yang tidak diperlukan terganggu dan urea mengalami penumpukan dalam darah. Demikian pula keseimbangan elektrolit dan air juga terganggu. Selain itu, kerusakan ginjal mengakibatkan peningkatan pengeluaran protein di urin. Dalam keadaan normal, protein tidak dikeluarkan ke dalam urin karena ukurannya terlalu besar, oleh karena itu protein dalam urin dapat menjadi tanda kerusakan atau kegagalan ginjal.

Pasien kanker pada umumnya diberikan beberapa terapi, salah satunya adalah kemoterapi. Yang menjadi masalah adalah beberapa kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Kemoterapi menyebabkan kerusakan ginjal karena obat tersebut merusak pembuluh darah atau struktur pada ginjal. Oleh karena itu, obat kemoterapi dapat menumpuk dalam ginjal karena ada gangguan dalam pengeluaran oleh ginjal. Kemoterapi yang menyebabkan kerusakan ginjal pada 30% atau lebih pasien antara lain cisplatin, cytarabine, gemcitabine, ifosfamide sedangkan kemoterapi yang menyebabkan kerusakan ginjal pada 10-29% pasien antara lain carboplatin, methotrexate, oxaliplatin, pemetrexed.

Tanda dan gejala dari kerusakan ginjal adalah penurunan jumlah urin, nyeri saat berkemih atau merasa “kebelet” buang air kecil, urin berwarna gelap, ada darah di urin, lelah, kelemahan otot, pembengkakan pada kaki, mual atau muntah, kebingungan, kejang. Jika Anda mengalami atau memiliki tanda dan gejala di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kerusakan ginjal karena obat umumnya dapat mengalami pemulihan jika dilakukan tata laksana secara cermat. Setelah obat yang menyebabkan kerusakan ginjal dihentikan, terapi pada pasien difokuskan pada mencegah penumpukan cairan dan zat-zat yang tidak lagi diperlukan serta pemulihan ginjal. Tata laksana yang dilakukan adalah memberikan obat agar kelebihan cairan dikeluarkan melalui urin, obat untuk menurunkan kalium dalam darah, membatasi diet tinggi protein, natrium, dan kalium, dialisis untuk mengeluarkan cairan dan zat-zat yang tidak diperlukan, serta obat untuk mengurangi toksisitas (keracunan) ginjal terkait dengan cisplatin. Natrium dan kalium termasuk elektrolit, natrium untuk keseimbangan cairan sedangkan kalium untuk mengatur denyut jantung dan fungsi otot. Jika terjadi kerusakan ginjal, dapat terjadi ketidakseimbangan elektrolit.

Karena obat kemoterapi tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, sebelum kemoterapi diberikan, dokter akan memastikan dahulu bahwa ginjal Anda berfungsi dengan baik. Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal. Dokter akan memutuskan berapa dosis obat kemoterapi atau apakah dapat diberikan obat kemoterapi atau tidak. Fungsi ginjal juga akan dipantau selama dan setelah pemberian kemoterapi.

 

Daftar Pustaka :

  1. Kidney damage (acute renal failure). Comprehensive Cancer Center [Internet]. 2016 [cited 2019 March 20]. Available from: http://cancer.unm.edu/cancer/cancer-info/cancer-treatment/side-effects-of-cancer-treatment/less-common-side-effects/organ-problems/kidney-damage-acute-renal-failure/
  2. Kleber M, Cybulla M, Bauchmuller K, Ihorst G, Koch B, Engelhardt M. Monitoring of renal function in cancer patients: An ongoing challenge for clinical practice. Ann Oncol. 2007;18(5):950-8. Launay-Vacher V, Janus N, Deray G. Renal insufficiency and cancer treatments. ESMO Open 2016;1:e000091.

 

Sumber Gambar :

https://www.fudaindonesia.com/layanan-pengobatan-kanker-kami/100/kanker-ginjal