KONSUMSI SAYUR PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK

Buah dan sayur merupakan komponen penting dalam diet sehat. Berkurangnya konsumsi buah dan sayur berkaitan dengan hidup yang kurang berkualitas serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Meski demikian, buah dan sayur banyak mengandung kalium. Kalium merupakan mineral yang berperan penting dalam menjaga denyut jantung normal dan kerja otot; sedangkan kadar kalium dalam darah dipertahankan dalam jumlah normal oleh ginjal.

Apabila fungsi ginjal terganggu, dapat menyebabkan kadar kalium meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh. Gejala yang timbul akibat kalium berlebih adalah kelemahan, mati rasa dan kesemutan. Selain itu, apabila kadar kalium terlalu tinggi, dapat menyebabkan tidak beraturannya irama jantung atau serangan jantung. Bagi pasien ginjal tahap terminal, rekomendasi asupan kalium adalah 2,000-3,000 mg per hari.

Bila pada artikel sebelumnya Sahabat Ginjal membahas tentang buah yang rendah dan tinggi kalium (selengkapnya dapat dilihat di tautan berikut: https://www.sahabatginjal.com/pengobatan-ginjal/konsumsi-buah-pada-penyakit-ginjal-kronik- ), pada artikel kali ini, Sahabat Ginjal akan membahas tentang sayuran yang rendah dan tinggi Kalium.

 

Sayuran yang tinggi kalium

Sayuran yang digolongkan sebagai tinggi kalium adalah buah yang mengandung lebih dari 200 mg kalium tiap porsinya. Takaran per porsi yang dimaksud adalah takaran ½ cup (sekitar 115 g), kecuali dinyatakan lain.

Berikut beberapa sayuran yang tinggi kalium:

 

  • Artichoke
  • Rebung
  • Labu kuning
  • Bit
  • Brokoli
  • Kubis brussel
  • Sawi
  • Wortel mentah
  • Kacang-kacangan
  • Jamur putih
  • Kentang
  • Labu
  • Bayam
  • Tomat
  • Okra

 

 

Sayuran yang rendah kalium

Sayuran berikut tergolong rendah kalium, namun apabila mengkonsumsi lebih dari 1 porsi, sayuran ini juga dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah. Selain itu, perlu juga memperhatikan kadar kalium dari total makanan yang dimakan. Takaran per porsi yang dimaksud adalah takaran ½ cup (sekitar 115 g), kecuali dinyatakan lain.

 

  • 6 tangkai asparagus
  • Kubis
  • Kembang kol
  • 1 tangkai seledri
  • ½ bagian jagung (segar) atau ½ cup jagung (dibekukan)
  • Ketimun
  • Terong
  • Kale
  • Selada
  • Bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • Parsley
  • Lada
  • Lobak
  • Paprika merah

 

 

Cara mengolah agar kandungan kalium dalam sayuran bisa berkurang

Berikut tips untuk mengurangi kadar kalium dalam kentang, ubi, wortel, bit dan labu:

  1. Kupas dan tempatkan sayuran dalam air dingin sehingga tidak berubah warna menjadi lebih gelap.
  2. Potong dengan ketebalan sekitar 1/8 inci (sekitar 0.3 mm).
  3. Bilas dengan air selama beberapa detik.
  4. Rendam selama minimum 2 jam dalam air hangat. Gunakan air sebanyak 10 bagian lebih banyak dari sayuran (misal: sayuran yang direndam sebanyak 300 g, maka air yang digunakan 3 liter). Bila ingin merendam lebih lama, ganti airnya setiap 4 jam.
  5. Bilas dengan air selama beberapa detik.
  6. Masak sayuran dengan jumlah air 5 bagian lebih banyak dari sayuran yang dimasak.

 

DAFTAR PUSTAKA

Increasing fruit and vegetable consumption to reduce the risk of noncommunicable diseases. Available from: http://www.who.int/elena/titles/fruit_vegetables_ncds/en/

Potassium and your CKD diet. Available from: https://www.kidney.org/atoz/content/potassium

Top 15 Healthy Foods for People with Kidney Disease. Available from: https://www.davita.com/kidney-disease/diet-and-nutrition/lifestyle/top-15-healthy-foods-for-people-with-kidney-disease/e/5347

 

SUMBER GAMBAR

https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=imgres&cd=&ved=0ahUKEwj_t5nrgqvVAhXCKJQKHUZEDZ8QjBwIBA&url=http%3A%2F%2Fwww.nutrition-susannah.co.uk%2Fwp-content%2Fuploads%2F2015%2F09%2FEat-Happy.jpg&psig=AFQjCNFZXLZKWrCgln0uDUqocVLjcISUtQ&ust=1501298490227612