MENAHAN PIPIS BIKIN MERINGIS

Setelah melahirkan, sebagian wanita mengalami kesulitan dalam mengontrol buang air kecil bahkan terdapat banyak keluhan sampai mengompol atau urin merembes begitu kandung kemih terasa penuh. Keluhan lainnya seperti rembes saat tertawa, bersin dan melakukan gerakan-gerakan aktif seperti berlari dan bersepeda. Keadaan ini merupakan gejala yang sering di keluhkan setelah melahirkan dan di kenal dengan Postpartum urinary incontinence (PUI).

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami PUI setelah melahirkan adalah memiliki berat badan berlebih, melahirkan bayi besar, melahirkan bayi kembar, melahirkan dua anak atau lebih dengan cara normal, proses melahirkan yang lama, proses melahirkan menggunakan bantuan alat forcep atau vakum, sering mengejan serta kebiasaan merokok.

Proses terjadinya PUI telah di mulai pada saat seorang wanita hamil. Seiring dengan usia kehamilan, bayi menjadi semakin berat dan ukurannya semakin besar, rahim juga ikut meregang dan menekan ke segala arah, khususnya ke arah bawah sesuai dengan gravitasi, menekan ke arah kandung kemih dan otot-otot dasar panggul. Saat melahirkan, akan terjadi tekanan yang besar dari atas kepintu atas panggul menggunakan otot-otot secara bersamaan dan memerlukan waktu yang lama dalam proses melahirkan. Setelah melalui proses yang panjang tersebut terjadi kelemahan pada otot-otot sekitar kandung kemih dan panggul sehingga sulit mengontrol aliran kandung kemih. Hal ini juga di perberat karena adanya proses penyusutan uterus yang tepat berada di atas kandung kemih sehingga menekan organ ini.

Beberapa hal yang dilakukan untuk mempercepat kembalinya fungsi kandung kemih setelah mengalami PUI adalah sebagai berikut:

  1. Senam kegel, di lakukan dengan mengencangkan otot di sekitar vagina dan saluran kemih seperti saat Bunda menahan pipis. Tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan. Lakukanlah senam Kegel secara rutin setiap hari, sebanyak beberapa kali sehari.

  2. Program penurunan berat badan karena kelebihan berat badan secara langsung juga member tekanan pada kandung kemih.

  3. Minum setidaknya 8 gelas air putih setiap hari.

  4. Hindari kopi, jeruk, tomat, minuman bersoda, alcohol dan minuman lain yang mengiritasi kandung kemih sehingga menyulitkan control berkemih.

Memulai kebiasaan untuk melatih kandung kemih dengan mencoba buang air kecil setiap 1 jam sebelum muncul keinginan berkemih maksimal.

 

Daftar Pustaka :

1. Cavkaytar S, Kokanali MK, Baylas A, Topcu HO, Laleli B, Tasci Y. Postpartum urinary retention after vaginal delivery: Assessment of risk factors in a case-control study. Journal of the Turkish German Gynecological Association. 2014; 15(3): 140–3.

2. Women's Health Care Physicians. Frequently asked questions. The American College of Obstetricians and Gynecologist. 2019

3. Hvidman L, Foldspang A, Mommsen S, Nielsen JB. Postpartum urinary incontinence. ActaObstetriciaetGynecologicaScandinavica. 2003; 82: 556–63

 

Daftar Gambar :

https://www.whattoexpect.com/first-year/postpartum-health-and-care/loss-of-bladder-control-postpartum-urinary-incontinence/