MENGAPA MENGKONSUMSI BUAH BELIMBING BERBAHAYA BAGI PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK?

Belimbing merupakan buah yang banyak ditemukan di negara tropis. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat buah ini banyak disukai. Namun bagi pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK), buah ini bersifat toksik (beracun).

 

Oksalat dalam belimbing bersifat toksik?

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa belimbing mengandung oksalat dalam kadar yang tinggi dan diduga bertanggung jawab terhadap terjadinya neurotoksisitas (keracunan pada saraf). Namun, bayam dan sereal yang juga mengandung oksalat dalam kadar yang tinggi tidak bersifat neurotoksik (beracun bagi saraf) pada pasien PGK.

 

Penelitian terbaru: Caramboxin

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa belimbing ternyata mengandung caramboxin, dan zat ini yang terbukti bersifat neurotoksik. Caramboxin ini secara spesifik menghambat sistem signal GABAergic. Pada individu yang sehat, neurotoxin ini dapat diserap, didistribusikan dan dibuang melalui ginjal tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Caramboxin pada pasien PGK, tidak dapat dikeluarkan melalui ginjal sehingga kadarnya dalam darah mengalami peningkatan dan caramboxin ini dapat menembus selaput sawar darah otak (blood-brain barrier) dan menyebabkan efek samping di susunan saraf pusat.

 

Gejala keracunan akibat belimbing

Gejala keracunan yang timbul pada pasien PGK yang mengkonsumsi belimbing antara lain: cegukan, muntah, pasien mengalami kebingungan, gelisah, kejang berkepanjangan dan bahkan kematian.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Eduarda Savino Moreira de Oliveira, Aline Silva de Aguiar. Why eating star fruit is prohibited for patients with chronic kidney disease?. J Bras Nefrol 2015;37(2):241-247
  2. Why you should avoid eating starfruit. [Internet]. [cited 2017 June 19th]. Available from: https://www.kidney.org/atoz/content/why-you-should-avoid-eating-starfruit

 

SUMBER GAMBAR

https://3.bp.blogspot.com/-ci9gcv_B2UE/WM_U_GWRK6I/AAAAAAAADhI/BJZUjOiC5OEWikl0S4BfPWVjzSwTgexXACLcB/s1600/Belimbing.jpg