PEMERIKSAAN ANEMIA RENAL

Pemeriksaan Laboratorium Awal

Pemeriksaan laboratorium awal ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab lain dari anemia renal, karena selain kekurangan Erythropoietin (EPO) sebagai penyebab utama, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan anemia renal seperti yang tercantum di artikel “Anemia, Penyebab dan  Tujuan Penanganannya” dalam website Sahabat Ginjal ini.

 

Evaluasi Anemia Renal

Pemeriksaan kadar Hb pada pasien PGK tahap 3, dilakukan minimal satu kali setahun. Sedangkan pada PGK tahap 4-5 disarankan minimal 2 kali setahun. Dan pada PGK-HD dan PGK-PD setidaknya setiap 3 bulan.

Pada keadaan tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering, misalnya pada pasien dengan diabetes, kelainan jantung atau riwayat penurunan kadar Hb sebelumnya.

 

Apabila diperoleh hasil bahwa pasien mengalami anemia, maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan:

  1. Pemeriksaan darah lengkap:
    1. Hb, hematocrit (Ht)
    2. Indeks eritrosit (MCH, MCV, MCHC)
    3. Leukosit dan hitung jenis
    4. Hitung trombosit
  2. Apusan darah tepi
  3. Hitung retikulosit
  4. Uji darah samar feses
  5. Evaluasi status zat besi
    1. kadar zat besi dalam serum (serum iron/ SI)
    2. kapasitas ikat besi total (total iron binding capacity/ TIBC)
    3. saturasi transferin (ST)
    4. Ferritin serum (FS)

 

Catatan:

Pada pasien PGK-HD, Hb sebaiknya diperiksa sebelum tindakan HD dilakukan.

 

DAFTAR PUSTAKA

KDIGO 2012

Perhimpunan Nefrologi Indonesia. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik. 2011

 

SUMBER GAMBAR

http://health.unl.edu/images/LabHome.jpg