PEMERIKSAAN STATUS ZAT BESI DAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI

Pemeriksaan Status Zat Besi

Sebelum terapi EPO dilakukan, harus dilakukan pemeriksaan status zat besi terlebih dahulu. Agar respon pembentukan sel darah merah optimal, maka status zat besi harus cukup.

Status zat besi yang biasa diperiksa meliputi:
- kadar zat besi dalam serum (SI)

- kapasitas ikat besi total (TIBC)

- saturasi transferin (ST)

ST menggambarkan ketersediaan zat besi di sirkulasi untuk keperluan eritropoiesis (pembentukan sel darah merah/ eritrosit).

- feritin serum (FS)

FS menggambarkan cadangan zat besi di dalam tubuh.

Dimana rumusnya: 
ST= (SI x 100%)/TIBC

 

Definisi Anemia Defisiensi Besi

Definisi anemia defisiensi besi pada pasien PGK berbeda dengan populasi non-PGK, karena pasien PGK yang mendapat terapi EPO membutuhkan kadar besi yang lebih tinggi. 

Pasien PGK-HD mengalami kehilangan darah lebih banyak akibat proses hemodialisis, sehingga batas ferritin serum yang digunakan lebih tinggi dibandingkan pada PGK-nonD dan PGK-PD.

Status zat besi dikatakan cukup, bila ST > 20% dan FS > 100 ng/mL (pada pasien ginjal non dialisis dan CAPD), sedangkan untuk pasien HD, FS > 200.

 

DAFTAR PUSTAKA

KDIGO 2012

Perhimpunan Nefrologi Indonesia. Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik. 2011

 

SUMBER GAMBAR

https://www.sciencedaily.com/images/2014/02/140219173252_1_900x600.jpg