PERAN IMUNOSUPRESAN DALAM TRANSPLANTASI GINJAL

Imunosupresan adalah kelompok obat yang digunakan untuk menekan respon imun tubuh, seperti penolakan pasca transplantasi. Transplantasi ginjal adalah proses pemindahan ginjal yang sehat dari tubuh pendonor ke tubuh orang lain yang ginjalnya mengalami kerusakan (resipien). Transplantasi ginjal merupakan transplantasi yang paling banyak dilakukan dibandingkan transplantasi organ lain dan mencapai waktu hidup lebih lama.

Reaksi penolakan setelah prosedur transplantasi ginjal dapat terjadi karena sistem imun di tubuh penerima organ masih mengenali organ yang baru ditransplantasikan sebagai benda asing. Benda asing dikenal dengan istilah antigen dan secara alami sistem pertahanan tubuh atau sistem imun akan merespon masuknya antigen ini dengan melepaskan suatu protein yang dikenal dengan istilah antibodi. Semakin besar respon antibodi yang terbentuk, maka akan semakin besar pula reaksi penolakan.Reaksi penolakan yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan dari organ yang dicangkokkan sehingga pasien harus mencari alternatif terapi pengganti ginjal yang lain.

 

 

 

Pemberian obat Imunosupresan memiliki tiga tujuan utama, yaitu :

  1. Induksi yaitu untuk menciptakan kondisi dimana sistem imun tubuh terkendali

(kondisi imunosupresif) dalam beberapa hari pertama setelah transplantasi.

  1. Rumatan yaitu untuk mempertahankan kondisi imunosupresif setelah fase induksi selesai.
  2. Pemulihan reaksi penolakan, yaitu untuk memulihkan gejala reaksi penolakan yang hebat yang terlanjur terjadi.

Sesuai dari tujuan utama tersebut, maka obat Imunosupresan dibagi atas dua kelompok menurut fungsinya:

  1. Obat Imunosupresan untuk induksi, yaitu digunakan pada saat transplantasi dilakukan. Biasanya obat Imunosupresan golongan ini kerjanya lebih kuat.
  2. Obat Imunosupresan rumatan, yaitu Imunosupresan yang digunakan untuk jangka panjang.

Sebelum ditemukannya obat Imunosupresan, transplantasi ginjal hanya terbatas bisa dilakukan pada kembar identik. Saat ini, dengan berkembangnya obat-obat Imunosupresan yang baru, survival pasien dan organ yang ditransplantasikan pada tahun pertama melebihi 90% di sebagian besar pusat transplantasi.

 

Daftar Pustaka

  1. Halloran PF. Immunosuppressive Drugs for Kidney Transplantation. N Engl J Med. 2004;351(26):2715–29.
  2. Renal Transplantation: Background, Indications, Contraindications. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/430128-overview

 

Sumber Gambar

https://www.kesehatanpro.com/pasien-post-cangkok-ginjal/