PERANAN ANTIOKSIDAN PADA PENYAKIT GINJAL

Salah satu faktor penting yang dapat menyebabkan penyakit ginjal adalah kondisi yang disebut stres oksidatif, yaitu kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara jumlah molekul radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh. Sumber radikal bebas berasal dari dalam tubuh, yaitu dari hasil proses metabolisme (pengolahan) makanan menjadi energi dan dari proses pernapasan, serta berasal dari lingkungan seperti asap pabrik atau kendaraan bermotor, radiasi sinar UV, rokok, zat-zat kimia, stres, dll. Sedangkan antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat menetralisir atau menghambat reaksi molekul radikal bebas penyebab kerusakan sel-sel tubuh.

Jika jumlah molekul radikal bebas melebihi kapasitas antioksidan, maka dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak atau mengganggu fungsi berbagai organ tubuh termasuk ginjal. Stres oksidatif berperan dalam perburukan fungsi ginjal dengan memicu kerusakan ginjal, peradangan, dan gangguan fungsi sel pembuluh darah ginjal. Oleh karena itu, untuk menghambat atau mengatasi stres oksidatif, diperlukan peningkatan kadar atau aktivitas antioksidan di dalam tubuh.

Antioksidan ada yang dihasilkan oleh tubuh yang disebut antioksidan endogen dan antioksidan yang diperoleh dari makanan yang disebut antioksidan eksogen. Contoh antioksidan endogen adalah enzim superoksida dismutasi (SOD), glutation peroksidase, katalase, dan koenzim Q10. Sedangkan contoh antioksidan eksogen adalah vitamin (beta karoten, vitamin C, vitamin E), mineral (zinc, tembaga, selenium), flavonoid yang banyak terdapat dalam cokelat, kulit anggur merah, apel, dan kacang kedelai, polifenol yang banyak ditemukan di buah beri, delima, brokoli, dll. Berbagai suplemen antioksidan saat ini juga sudah banyak dipasarkan, namun bagi penderita penyakit ginjal, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengkonsumsi suplemen antioksidan.

 

 

Daftar Pustaka :

1. Ghahari L, Safari M2. Protective effects of antioxidants on kidney disease. Exp Tech Urol Nephrol 2019;2(4).

2. Eugenio-Pérez D, Medina-Fernández, Saldivar-Anaya JA, Molina-Jijón E, Pedraza-Chaverri J. Role of dietary antioxidant agents in chronic kidney disease [Internet]. 2016 [cited 2019 Sept 27]. Avaiable from: http://dx.doi.org/10.5772/63669

 

Sumber Gambar :

 https://konilife.com/articles/makanan-tinggi-antioksidan-untuk-daya-tahan-tubuh