SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (SGA)

Subjective Global Assessment (SGA) merupakan metode terpercaya untuk menilai status nutrisi (gizi) pasien. SGA dapat mengidentifikasi ada tidaknya malnutrisi (kurang gizi), membedakan malnutrisi dari penyakit, memprediksi akibat status nutrisi pada kondisi pasien keseluruhan, mengidentifikasi pasien yang dapat memperoleh manfaat dari perbaikan status nutrisi. Secara tradisional, penilaian nutrisi dan risikonya menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), protein serum, berat badan atau persentase perubahan asupan makanan. Namun, kelemahan dari cara tradisional ini adalah cara tersebut tidak dapat memprediksi perkembangan kekurangan nutrisi yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit di masa yang akan datang. Selain itu, banyak pasien yang tidak dapat secara akurat mengingat berat badan, tinggi badan dan asupan makanan yang tepat.

SGA mengatasi keterbatasan ini dengan mengevaluasi perkembangan factor-faktor yang dapat mengubah status gizi. Dengan demikian tidak bergantung pada memori/ daya ingat pasien atau parameter fisik yang dapat dipengaruhi oleh faktor non-gizi untuk memprediksi status gizi di masa yang akan datang.

Ada 7 kategori yang dinilai dalam SGA, yaitu:

  1. Perubahan berat badan sejak lebih dari 2 minggu yang lalu dan berlangsung selama 6 bulan
  2. Perubahan asupan makanan
  3. Gejala gastrointestinal/ saluran pencernaan
  4. Kapasitas fungsional
  5. Kehilangan lemak subkutan
  6. Pelisutan otot
  7. Edema/ bengkak

Dimana masing-masing parameter akan diberi skor/ nilai (lembar penilaian terlampir).

Pasien dinyatakan berisiko sangat ringan atau status nutrisinya normal, apabila mendapat nilai 6 atau 7 pada sebagian besar kategori atau signifikan (SGA A). Usaha perbaikan nutrisi dapat dilanjutkan.

Pasien dinyatakan malnutrisi ringan sampai sedang, apabila mendapat nilai 3, 4, atau 5 (SGA B). Dan pada pasien tersebut tidak ditemukan tanda yang nyata dari status nutrisi normal atau malnutrisi berat.

Sedangkan pasien dinyatakan mengalami nutrisi berat, apabila pasien mendapat nilai 1 atau 2 pada sebagian besar kategori dan tanda fisik malnutrisi yang nyata (SGA C).

Kategori

Nilai

1. Perubahan berat badan sejak lebih dari 2 minggu yang lalu dan berlangsung selama 6 bulan

 

Berat bertambah, tidak ada perubahan, penurunan berat badan ringan (> 0.5 kg namun < 1 kg)

6-7

 

Penurunan berat badan sedang (> 1 kg namun < 5%)

3-5

 

Penurunan berat badan berat (> 5%)

1-2

2. Perubahan asupan makanan

 

Tidak ada perubahan, atau sedikit perubahan dalam waktu singkat

6-7

 

Asupan sedang namun makin meningkat

3-5

 

Asupan sedang atau jelek namun makin menurun

1-2

3. Gejala gastrointestinal/ saluran pencernaan

 

Kadang-kadang atau tidak ada gejala

6-7

 

Beberapa gejala selama > 2 minggu atau gejala berat namun membaik

3-5

 

Gejala berlangsung setiap hari atau sering selama > 2 minggu

1-2

4. Kapasitas fungsional

 

Tidak ada penurunan stamina/ kekuatan atau terjadi penurunan stamina/ kekuatan ringan-sedang namun membaik

6-7

 

Terjadi  penurunan stamina/ kekuatan ringan-sedang dalam aktivitas sehari-hari atau terjadi penurunan stamina/ kekuatan berat namun membaik

3-5

 

Terjadi penurunan stamina/ kekuatan berat atau hanya berbaring di tempat tidur

1-2

5. Kehilangan lemak subkutan

 

Sedikit atau tidak ada

6-7

 

Ringan-sedang di seluruh area

3-5

 

Banyak di beberapa atau kebanyakan area

1-2

6. Pelisutan otot

 

Sedikit atau tidak ada

6-7

 

Ringan-sedang di seluruh area

3-5

 

Banyak di beberapa atau kebanyakan area

1-2

7. Edema/ bengkak

 

Edema sedikit atau tidak ada

6-7

 

Edema ringan-sedang

3-5

 

Edema berat

1-2

 

DAFTAR PUSTAKA

Konsensus Pernefri 2011

Subjective Global Assessment. Available from: http://subjectiveglobalassessment.com/

 

SUMBER GAMBAR

http://www.centromedicoimpala.com/wp-content/uploads/2016/03/coaching-nutricional-castellon-1-1030x579.jpg