TIPS OLAHRAGA SAAT GINJAL CEDERA

Berolahraga secara rutin memiliki dampak positif baik bagi pasien ginjal. Berbagai manfaat yang didapat antara lain memperbaiki fungsi dan kekuatan otot, memberikan kontrol tekanan darah, berat badan dan kadar kolesterol/trigliserida yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas tidur dari pasien.

 

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pasien ginjal menjalani olahraga.

a. Jenis olahraga

Pilihlah jenis olahraga yang sifatnya berkelanjutan seperti berjalan, berenang, bersepeda (di dalam atau di luar),  senam aerobik, atau aktivitas lain yang menggerakkan kelompok otot besar secara terus menerus. Latihan yang menguatkan tubuh bagian bawah juga dapat dilakukan dan bermanfaat bagi pasien ginjal. Gunakan beban yang ringan dan lakukan dengan repetisi yang tinggi, hindari mengangkat beban yang berat.

 

b. Durasi olahraga

Sebisa mungkin lalukan selama 30 menit setiap sesi, bagi pemula dapat melakukan durasi yang lebih pendek lalu kemudian ditingkatkan secara bertahap. Durasi lebih dari 30 menit dapat dilakukan apabila merasa sanggup.

 

c. Frekuensi olahraga

Lakukan minimal tiga kali dalam seminggu, dalam hari yang tidak berturut-turut, misalnya, Senin, Rabu, dan Jumat. Tiga kali seminggu adalah persyaratan minimum untuk mencapai manfaat dari olahraga.

 

d. Kapasitas olahraga yang harus dilakukan

Untuk menentukan kapasitas ideal individu dari olahraga yang dilakukan, saat berolahraga perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan pernapasan tidak menjadi sulit sehingga tidak dapat berbicara saat berolahraga (cobalah untuk berolahraga bersama keluarga atau teman). Kondisi tubuh harus kembali normal dalam waktu satu jam setelah berolahraga. (jika tidak, lakukan secara lebih perlahan pada sesi olahraga berikutnya).
  • Tidak merasakan begitu banyak nyeri otot sehingga tidak bisa berolahraga pada sesi berikutnya.
  • Intensitas harus berada pada level nyaman.
  • Mulailah perlahan-lahan setiap sesi, dahului dengan pemanasan, lalu naikkan kecepatan, lalu kurangi lagi ketika hampir selesai. Tubuh akan beradaptasi dengan peningkatan aktivitas

 

e. Waktu berolahraga

Jangan berolahraga saat lapar atau perut masih kenyang, tunggu satu jam setelah makan besar. Hindari berolahraga pada cuaca atau lokasi yang panas seperti di siang hari. Pagi atau sore merupakan waktu terbaik untuk berolahraga. Jangan berolahraga kurang dari satu jam sebelum tidur

f. Kapan harus berhenti saat berolahraga?

Berikut tanda-tanda untuk menghentikan aktivitas olahraga:

  • Merasa sangat lelah
  • Kehabisan napas
  • Merasakan nyeri dada
  • Merasakan detak jantung yang tidak teratur atau cepat
  • Merasa mual
  • Mengalami kram kaki
  • Merasa pusing atau pusing.

 

Bagi pasien ginjal yang akan menjalani program olahraga rutin, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat, mungkin ada saran tambahan dari dokter sehingga olahraga yang dilakukan semakin memberikan dampak yang lebih baik.

 

Referensi:

·         Staying Fit With Kidney Disease. [Internet]. [cited 2018 September 21st]. Available from:  http://www.kidneyfailureweb.com/blood-system-symptoms/333.html