CAPD / CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS

CAPD merupakan kependekan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau disebut juga dengan dialsis peritoneal mandiri berkesinambungan (DPMB), adalah suatu metode dari terapi pengganti ginjal yang ditujukan pada pasien penyakit ginjal kronik tahap akhir/ tahap terminal/ stadium 5. Berbeda dengan hemodialisis yang menggunakan mesin, CAPD menggunakan membran di dalam rongga perut sebagai pengganti fungsi ginjal, khususnya dalam membuang zat racun dari dalam tubuh, dan juga untuk menarik keluar kelebihan cairan.

Prosedur CAPD


Pada prosedur CAPD, cairan yang mengandung glukosa (cairan dialisat) dimasukkan ke dalam tubuh melalui suatu selang lunak kecil/ kateter yang ditanam di dalam rongga perut melalui prosedur operasi. Prosedur pemasangan kateter ini membutuhkan rawat inap selama 24-18 jam. Kateter yang terpasang ini, akan dihubungkan dengan transfer set yang mudah disembunyikan di dalam pakaian.

Karena adanya perbedaan konsentrasi, cairan dialisat selanjutnya akan menarik racun maupun kelebihan air dari dalam tubuh pasien. Cairan dialisat berada dalam rongga perut untuk jangka waktu kurang lebih 6 jam, dan selanjutnya akan dikeluarkan untuk diganti dengan cairan dialisat yang baru. Setiap hari prosedur pergantian dialisat dilakukan sebanyak 4 kali, sehingga proses dialisis terus terjadi secara berkesinambungan.

Manfaat CAPD Dibanding Prosedur Dialisis Lainnya

Beberapa manfaat yang diperoleh pasien dengan menjalani CAPD:

 


1.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, CAPD dapat memperpanjang fungsi ginjal sisa lebih lama, dan pasien memiliki angka survival (bertahan hidup) yang lebih tinggi dibandingkan hemodialisis khususnya pada dua tahun pertama setelah menjalani terapi pengganti ginjal.

2.

Pasien dapat lebih mudah dalam melakukan dialisis, karena prosedur dialisis dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke pusat hemodialisis. Prosedur pergantian cairan dapat dilakukan di rumah, sekolah, tempat kerja atau tempat lainnya selama memiliki ruang yang memenuhi kriteria ruang pergantian cairan CAPD. Sehingga pasien dapat lebih bebas beraktivitas seperti bekerja atau bersekolah tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk datang ke pusat hemodialisis.

3.

Profil kimia darah pasien akan lebih stabil (ureum, kreatinin, fosfat, dan sebagainya) karena proses dialisis dilakukan secara berkesinambungan dalam mengeluarkan racun/ toksin dan kelebihan air dari tubuh.

4.

Pengaturan makanan pasien relatif lebih fleksibel, selera makan maupun status gizi biasanya lebih baik.

5.

Insiden anemia lebih rendah sehingga kebutuhan dosis eritropoietin lebih kecil.

6.

Risiko terkena infeksi seperti hepatitis lebih rendah karena pasien CAPD tidak menggunakan mesin bersama dan lebih jarang mendapatkan transfusi darah karena kasus anemia biasanya lebih rendah.

Persyaratan Ruangan untuk Pertukaran Cairan

  • Ruangan harus bersih dan tertutup dengan penerangan yang cukup.

  • Perabotan yang terdapat dalam ruangan tersebut (misal meja, kursi, dll) harus mudah dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya serta tidak berpotensi menampung debu atau kotoran. Meja untuk pertukaran cairan harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Langkah-Langkah dalam Melakukan Pertukaran Cairan

1.Menyiapkan ruangan sesuai persyaratan di atas.

2.Menyiapkan cairan dialisis dan perlengkapannya, seperti klem, minicap.

3.Mencuci tangan (termasuk sela-sela kuku) dengan sabun antiseptik dan mengenakan masker sebelum memulai pertukaran cairan.

4.Mengecek masa kadaluarsa cairan dan memastikan ada/ tidaknya kebocoran pada kemasan cairan yang akan digunakan dengan menekan plastik pembungkus cairan.

5.Mengeluarkan transfer set dari balik pakaian dan pastikan minicap tertutup dengan baik dan rapat.

6.Menempatkan klem pada selang pengisian.

7.Mematahkan bagian yang berwarna hijau/ green fragilable.

8.Tangan kanan memegang konektor yang berwarna biru dan tangan kiri menarik tutup pelindung.

9.Buang tutup pelindung yang telah dibuka.

10.Memegang transfer set dengan tangan kiri, kemudian membuka minicap dari transfer set dengan tangan kana.

11.Menghubungkan transfer set ke konektor berwarna biru.

12.Menggantung cairan dialisis di tempat yang relatif tinggi.

13.Meletakkan kantung buangan di tempat yang posisinya lebih rendah dari perut.

14.Memulai fase pembuangan cairan, pasien dapat membuka twist clamp.

15.Bila pembuangan cairan telah selesai, tutup kembali twist clamp.

16.Melepaskan klem pada selang pengisian secara perlahan (menghitung sampai 5).

17.Menutup klem pada selang buangan.

18.Memulai fase pengisian cairan, pasien dapat membuka twist clamp.

19.Bila pengisian telah selesai, tutup kembali twist clamp dan klem kembali selang pengisian.

20.Membuka kemasan minicap dan memeriksa apakah spons dalam minicap masih basah. Bila spons mengering, minicap tersebut tidak layak digunakan.

21.Melepaskan twist clamp dari transfer set.

22.Menutup transfer set dengan minicap.

23.Memeriksa cairan dalam kantong buangan, meliputi warna, kejernihan dan volume cairan.

24.Melakukan pencatatan di buku harian CAPD setiap kali melakukan pertukaran cairan.

Tips bagi Pasien dalam Aktivitas Keseharian untuk Meminimalkan Risiko Penggunaan CAPD

  • Senantiasa mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum melakukan pertukaran cairan.

  • Menutup rapat bagian perut tempat kateter pada saat mandi. Pasien tidak diperbolehkan untuk berendam.

  • Pasien tidak diperkenankan menggaruh-garuk area perut tempat kateter berada.

  • Diharapkan agar berhati-hati dalam menggunakan benda tajam (seperti gunting, pisau) untuk mencegah terpotongnya kateter.

  • Mengganti penutup/ kasa di bagian perut tempat kateter berada secara berkala dan menjaganya agar tetap kering serta bersih.

  • Meletakkan kateter di atas/ di bawah ikat pinggang apabila menggunakan ikat pinggang.

  • Pasien disarankan tidak menggunakan bedak, parfum, dll di area kateter dipasang.

  • Menggunakan masker apabila sedang batuk/ pilek.

  • Mentaati anjuran dokter termasuk rutin dalam mengkonsumsi obat-obatan atau nutrisi yang diresepkan.

  • Pasien masih dapat berolah raga, seperti jalan kaki, bersepeda dan berkebun.

  • Pasien tidak diperbolehkan untuk berenang, olah raga berat, olah raga yang memungkinkan kontak langsung dengan perut (seperti sepak bola), mengangkat beban berat dan berendam.

  • Pasien masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan hobinya, tapi jika merasa lelah, sebaiknya tidak memaksakan diri.

Tips bagi Pasien yang akan Melakukan Perjalanan ke Luar Kota/ Negeri

Cairan CAPD sebaiknya dipesan sebelumnya dan dikirim ke tempat tujuan liburan.

  • Jika hanya berlibur dalam waktu singkat (misal 1-2 hari), semua perlengkapan CAPD dapat disiapkan terlebih dahulu dan dibawa.

  • Jika pasien akan berpergian dalam waktu yang relatif lama, pasien dapat mendiskusikan dengan perawat di unit HD apakah memungkinkan bila cairan dipesan di kota tujuan.

Tips untuk Pengaturan Pola Makan dan Minum

Walaupun pengaturan makanan dan minuman lebih fleksibel pada pasien yang menjalani CAPD, pasien harus tetap:

  • Menyiapkan 2–3 porsi protein untuk konsumsi sehari. Untuk pasien yang menjalani CAPD, protein yang dibutuhkan sekitar 1,2 –1,5 g/ kgBB/ hari.

  • Menghindari makanan yang mengandung banyak gula & makanan berlemak, terlalu asin, tinggi kalium (misalnya pisang, alpokat, kacang, kopi dan coklat), tinggi fosfat (keju, kacang, daging & coklat).

  • Memperhatikan asupan kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang.

  • Memperhatikan pola buang air besar, jika terjadi konstipasi, disarankan untuk menghubungi dokter.

  • Penting untuk mengontrol jumlah cairan yang dikonsumsi, menghindari makanan tinggi cairan (misal semangka, es krim).