INFORMASI DASAR YANG DIPERLUKAN BAGI PASIEN YANG PERTAMA KALI MENJALANI HEMODIALISIS (HD)

Pendahuluan

Hemodialisis (HD) merupakan salah satu bentuk dari terapi pengganti ginjal (TPG). TPG biasanya dilakukan pada saat pasien penyakit ginjal kronik (PGK) telah memasuki stadium akhir dari PGK (biasanya fungsi ginjal sisa 10-15% dari fungsi normal, dimana pasien sudah tidak bisa mengeluarkan racun dan berbagai zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh termasuk kelebihan air). Penumpukan racun dan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh ini dapat menyebabkan gejala-gejala seperti mual, muntah, bengkak dan kelelahan. Setiap prosedur HD membutuhkan waktu 3-5 jam, dengan frekuensi antara 2-3 kali per minggu, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pasien.

 

Gambaran Umum Prosedur HD

Pada HD, fungsi ginjal digantikan oleh suatu mesin yang memiliki membran semipermiabel (dializer) dengan fungsi untuk menyaring/ memisahkan darah dari racun dan berbagai zat yang tidak dibutuhkan tubuh termasuk kelebihan air. Darah yang telah tersaring kemudian dimasukkan kembali ke dalam peredaran darah pasien (Gambar 1).

 

Gambar 1. Proses HD

 

Akses ke Dializer

Agar darah pasien dapat masuk ke dializer, dokter akan membuatkan akses/ jalan masuk dari pembuluh darah yang dilakukan melalui tindakan bedah minor/ kecil, dengan memasukkan selang lunak/ kateter vena. Akses dapat dibuat pada salah satu dari (Gambar 2):

1.

AV Fistula, yaitu akses yang dibuat dengan menggabungkan arteri dan vena di lengan pasien. Akses ini dapat digunakan 1-4 bulan setelah pembuatan.

2.

Graft, yaitu akses yang dibuat dengan menggunakan selang lunak untuk menggabungkan arteri dan vena di lengan pasien. Akses dapat digunakan setidaknya 2 minggu setelah pembuatan.

3.

Kateter, yaitu selang lunak yang dimasukkan ke vena besar, biasanya di leher pasien.

Gambar 2. Tipe akses untuk dialisis

 

Perbedaan Akses-Akses yang Ada

Apabila aksesnya adalah AV fistula atau graft, maka perawat akan menempatkan 2 buah jarum ke dalam akses pada awal setiap tindakan terapi. Jarum ini akan disambungkan ke selang lunak yang akan masuk ke mesin dialisis. Darah pasien akan masuk ke mesin HD melalui satu selang, dibersihkan di dializer dan dikembalikan ke tubuh pasien melalui selang satunya.

Bila aksesnya adalah kateter, maka kateter tersebut dapat dihubungkan secara langsung ke tabung dialisis tanpa harus menggunakan jarum.

Akses AV fistula merupakan akses pilihan pertama karena dapat bertahan lama dan risiko lebih rendah untuk terjadinya infeksi atau terbentuknya clot/ bekuan darah. Namun, tidak semua pasien bisa menggunakan akses AV fistula ini, karena pembuluh darahnya kurang kuat.

Akses graft merupakan pilihan kedua. Dan kateter merupakan akses yang digunakan sementara (walaupun ada juga yang permanen).

Terkadang, dimungkinkan juga untuk mengganti akses dari AV fistula ke akses lainnya.

 

Apa yang Dilakukan untuk Merawat Akses Setelah Pembedahan?

1. AV Fistula
  • Menjaga agar akses tetap kering, bila luka yang ditimbulkan setelah pembedahan sudah kering, pasien dapat mandi.

  • Memperhatikan apabila ada perdarahan.

  • Mengkonsumsi semua obat yang diresepkan oleh dokter.

  • Beristirahat yang cukup.

  • Menghubungi dokter bila:

    • Pasien mengalami kemerahan, nyeri, bengkak atau rasa hangat pada tempat akses.

    • Merasakan kesulitan bernafas

    • Mengalami gejala mirip flu.

    • Mengalami demam lebih dari 37.3°C.

  • Menjaga agar lengan tetap lurus dan lebih tinggi dari posisi jantung saat dalam masa penyembuhan setelah pembedahan.

  • Meminta perawat agar mengajarkan cara untuk mengecek akses di rumah untuk getaran atau suaranya.

  • Menanyakan ke dokter mengenai kapan pasien dapat melakukan latihan fisik, seperti meremas bola karet untuk membuat akses siap digunakan.

  • Dokter akan melakukan pengecekan untuk memastikan akses dapat mulai digunakan.

2. Graft
  • Menjaga agar akses tetap kering, bila luka yang ditimbulkan setelah pembedahan sudah kering, pasien dapat mandi.

  • Memperhatikan apabila ada perdarahan.

  • Mengkonsumsi semua obat yang diresepkan oleh dokter.

  • Beristirahat yang cukup.

  • Menghubungi dokter bila:

    • Pasien mengalami kemerahan, nyeri, bengkak atau rasa hangat pada tempat akses.

    • Merasakan kesulitan bernafas

    • Mengalami gejala mirip flu.

    • Mengalami demam lebih dari 37.3°C.

  • Menjaga agar lengan tetap lurus dan lebih tinggi dari posisi jantung saat dalam masa penyembuhan setelah pembedahan.

  • Meminta perawat agar mengajarkan cara untuk mengecek akses di rumah untuk getaran atau suaranya.

3. Kateter
  • Menjaga agar kasa tetap kering, bila luka yang ditimbulkan setelah pembedahan sudah kering, pasien dapat mandi menggunakan penutup pelindung pada kateter.
  • Memperhatikan apabila ada perdarahan.

  • Mengkonsumsi semua obat yang diresepkan oleh dokter.

  • Beristirahat yang cukup.

  • Menghubungi dokter bila:

    • Pasien mengalami kemerahan, nyeri, bengkak atau rasa hangat pada tempat akses.

    • Merasakan kesulitan bernafas

    • Mengalami gejala mirip flu.

    • Mengalami demam lebih dari 37.3°C.

 

Tips untuk Perawatan Harian AV Fistula / Graft

Apapun aksesnya, pasien harus merawat akses tersebut dengan baik. Dokter atau perawat akan menginformasikan dan mengajarkan pasien bagaimana merawat akses dengan baik. Berikut beberapa tips agar pasien dapat merawat aksesnya dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

1. AV Fistula atau Graft
  • Membersihkan dengan sabun anti bakteri setiap hari dan sebelum dialisis. Jangan menggaruk kulit atau mengelupas kulit kering.

  • Memperhatikan kemerahan, rasa hangat atau bentol di area akses.

  • Meminta perawat untuk merotasi jarum saat menjalani dialisis.

2. Kateter
  • Menjaga agar kasa kateter tetap bersih dan kering.

  • Memastikan agar area sekitar akses dibersihkan dan kasa diganti oleh perawat tiap kali dialisis.

  • Menyediakan kasa darurat di rumah apabila pasien membutuhkan untuk mengganti kasa tersebut pada saat di rumah.

  • Menjaga agar kateter tidak terpapar udara luar.

 

Menjaga Agar Akses Tetap Berfungsi dengan Baik

Perawat akan memastikan agar akses tetap berfungsi dengan baik. Apabila akses tidak dapat berfungsi dengan baik, maka akan menurunkan kuantitas HD yang diterima pasien. Perawat akan mengajari pasien untuk mengecek AV fistula atau graft di rumah setiap harinya. Berikut ini adalah tips untuk menjaga agar AV fistula atau graft dapat berfungsi maksimal:

  • Mengecek aliran darah beberapa kali tiap hari dengan merasakan getaran/ denyut. Apabila pasien tidak merasakan hal ini, pasien dapat menghubungi dokter atau unit HD.

  • Jangan mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau perhiasan pada lengan yang dipasangi akses.

  • Jangan mengangkat barang berat atau melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan tekanan pada akses.

  • Jangan tidur/ berbaring di atas lengan yang ada aksesnya.

  • Jangan menggunakan lengan yang ada aksesnya untuk pemeriksaan tekanan darah.

  • Jangan melakukan pengambilan darah pada lengan yang ada aksesnya.

  • Jangan takut meminta perawat untuk merotasi tempat pemasukan jarum.

  • Berikan tekanan/ pijitan yang lembut pada tempat akses saat jarum dikeluarkan. Terlalu banyak tekanan akan menghentikan aliran darah melalui akses.

  • Apabila pasien mengalami perdarahan setelah dialisis, berikan tekanan lembut pada tempat masuk jarum dengan handuk bersih atau kasa. Bila perdarahan tidak berhenti dalam 30 menit, pasien dapat menghubungi dokter atau unit HD.

Walaupun pasien sudah memelihara akses dengan baik, masih memungkinkan untuk terjadinya masalah dengan akses, seperti timbulnya bekuan darah atau infeksi. Apabila terjadi infeksi, dokter akan meresepkan antibiotic pada pasien. Apabila terjadi bekuan darah pada akses, pasien dapat mengunjungi unit HD/ rumah sakit dan untuk membersihkannya dapat dilakukan dengan prosedur rawat jalan dan tidak membutuhkan rawat inap.

 

Penggunaan Anti Pembekuan Darah

Pada proses HD terjadi aliran darah di luar tubuh, sehingga akan terjadi aktivasi sistem pembekuan darah, oleh karenanya pasien akan diberi anti pembekuan darah (antikoagulan) misalnya heparin untuk mencegah darah tidak membeku saat ditarik keluar dari tubuh pasien.

 

Aktivitas yang Dapat Dilakukan Pasien Selama Menunggu Hemodialisis Selesai

Durasi HD selama 3-5 jam dan seminggu 2-3 kali mungkin cukup membosankan bagi sebagian pasien. Selama waktu ini, pasien dapat menghabiskan waktu dengan membaca, menonton televisi, tidur, mendengarkan lagu, bersosialisasi dengan sesama pasien dan melakukan aktivitas lainnya.

 

Makan Selama Proses HD

Disarankan agar pasien makan dan minum sebelum atau sesudah proses HD selesai. Bila pasien juga memiliki diabetes, pasien dapat makan selama proses HD berlangsung.

Pasien sebaiknya tidak makan selama HD, bila:

  • Pasien sedang batuk.

  • Pasien mengalami tekanan darah rendah.

  • Pasien diare.

  • Pasien merasa mual dan muntah.

  • Pasien merasa mengantuk atau kewaspadaan berkurang.

 

Berikut beberapa hal yang dapat dialami pasien apabila makan selama HD:

  • Tekanan darah pasien menjadi rendah setelah makan.

  • Kualitas HD akan menurun bila pasien membutuhkan untuk menghentikan HD atau melakukan HD dengan kecepatan yang lebih rendah akibat perasaan tidak nyaman pada pasien.

  • Apabila pasien menjalani HD di atas tempat tidur, pasien dapat tersedak.

     

 

Apabila pasien memutuskan untuk makan selama proses HD, pasien disarankan agar mengkonsumsi makanan dalam jumlah terbatas yang mudah dikonsumsi, seperti:

  • Minuman bernutrisi seperti Nephrisol-D.

  • Buah-buahan rendah kalium, seperti apel, pear, peach, plum atau jeruk mandarin.

  • Sayur-sayuran rendah kalium, seperti seledri, wortel, atau irisan mentimun.

  • Crackers tanpa tambahan garam.

  • Roti sandwich.

Pasien dapat berdiskusi dengan dokter atau perawat mengenai makanan/ minuman yang dapat dikonsumsi.

 

Tips Berpergian yang Nyaman bagi Pasien HD

Apabila pasien ingin berpergian, disarankan agar pasien melakukan HD sebelum berpergian. Dan bila berpergiannya lebih dari 2 hari ke kota yang berbeda, maka pasien dapat menghubungi unit HD di kota tersebut sebelum keberangkatan untuk memastikan bahwa pasien dapat melakukan HD di unit HD tersebut. Daftar unit HD tiap kota dapat ditelusuri dalam website ini.

DAFTAR PUSTAKA

Hemodalysis. National Kidney Foundation [Internet]. [cited 2016 November 30th ]. Available from: https://www.kidney.org/atoz/content/hemodialysis

Hemodialysis Access. National Kidney Foundation [Internet]. [cited 2016 December 26th]. Available from: https://www.kidney.org/atoz/content/hemoaccess

Nordqvist C.What Is Dialysis? What Is Kidney Dialysis? Foundation [Internet]. [cited 2016 November 30th]. Available from: http://www.medicalnewstoday.com/articles/152902.php

Dialysis. Cleveland Clinic. [Internet]. [cited 2016 November 30th]. Available from: http://my.clevelandclinic.org/services/urology-kidney/treatments-procedures/dialysis

Eating during Hemodialysis. Alberta Health Services. [Internet]. [cited 2016 December 27th]. Available from: http://www.albertahealthservices.ca/assets/info/nutrition/if-nfs-eating-during-hemodialysis.pdf

1.    Kateter