Daftar Pertanyaan 1-4 dari 4
selamat siang..mohon info sbb : ibu saya 2 minggu lalu di rawat di RS dengan diagnosa akhor gagal ginjal (kreatin 59), usia 77 th, mengidap diabet, jantung, darah tinggi dan kolesterol..sudah melalukan HD 4x via kateter. saat ini ibu sudah pulang ke rumah dan rencana dokter akan di lakukan HD 2x dalam seminggu di RS terkait. apakah ibu saya bisamenjalankan CAPD?. bagaimana prosedur selanjutnya?. jika ya, kemana saya bisa melakukan proses CAPD ?. regs nadya
Ditanyakan pada : 30 Mei 2017 / Jam 12.00 oleh : Dina Nadya

Bisa atau tidaknya seseorang menjalani prosedur CAPD harus menjalani beberapa tahap pemeriksaan sehingga dapat diputuskan kompetensi seseorang untuk menjalankan prosedur ini, misalnya kemampuan pasien untuk melakukan pertukaran cairan (4x sehari;7 hari seminggu), kondisi membran rongga perut pasien, tersedianya lokasi pertukaran cairan yang memadai, dsb. Konsultasikan dengan dokter yang merawat ibu Anda untuk mengetahui  pilihan terapi pengganti ginjal yang paling sesuai untuk ibu. Bagi pasien yang terpilih untuk menjalani prosedur CAPD akan dilakukan pemasangan kateter yang tertanam  di rongga perut, adapun pemasangannya melalui prosedur bedah, untuk RS rujukan CAPD nanti akan disesuaikan dengan lokasi dimana tempat tinggal pasien sehingga lebih mudah pada saat kontrol/konsultasi.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan tetap semangat ya.

Dijawab pada : 05 Juni 2017 / Jam 03.19 oleh : Admin
Ibu H dan Bapak M, di tempat
Pertanyaan melalui instagram @SahabatGinjal_Diary:
Pertanyaan ini terkait resep Cone Soes Vla Nanas yang tercantum di Resep Masakan website ini, yaitu apakah Vla nanasnya tidak mengandung kalium? dan apakah pasien HD boleh makan selai nanas?
Ditanyakan pada : 29 Mei 2017 / Jam 16.46 oleh : Admin Sahabatginjal

Nanas tergolong dalam buah yang mengandung rendah kalium, dan dapat disarankan sebagai jenis buah yang dapat dikonsumsi pasien ginjal kronik, akan tetapi saat dibuat olahan makanan seperti pembuatan fla ataupun selai perlu diperhatikan pula kandungan gulanya agar tidak terlalu tinggi, karena pasien penyakit ginjal kronik (PGK) banyak yang juga mengalami diabetes melitus (DM). Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat   

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Dijawab pada : 00 0000 / Jam 00.00 oleh : Admin
Ibu T, di tempat
Pertanyaan melalui instagram @SahabatGinjal_Diary:
Bapak saya HD sudah 2 tahun per bulan ini. Dari opname sampai sekarang, Alhamdulillah belum pernah transfusi. Dan Alhamdulillah buang air kecilnya juga masih normal. Masih sering buang air kecil, mau akses itu pasti buang air kecil dulu. Selesai jg buang air kecil lagi. Tapi, Bapak saya kok tidak sembuh-sembuh ya?? kenapa ya Hb-nya kalau naik cuma sedikit-sedikit. Terakhir 8.5 kalau naik kadang cuma 1 atau 2 gitu. Tapi, bapak saya masuk di program. Pertama kali dapat Nefrofer (zat besi) cuma sekali dan Hemapo. Tp, seterusnya dikasih Hemapo. Nefrofernya sudah tidak. Tp, kok belum naik lagi ya Hb-nya.
Ditanyakan pada : 29 Mei 2017 / Jam 16.45 oleh : Admin Sahabatginjal

Berikut yang dapat kami sampaikan: Apabila HD yang dilakukan oleh bapak Anda dikarenakan penyakit ginjal kronik (PGK), tanpa bermaksud mengecilkan hati, sesorang yang mengalami PGK fungsi ginjalnya tidak dapat kembali sehat seperti kondisi semula. Pasien PGK tahap akhir/ tahap terminal harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti HD secara teratur untuk membuang racun dan kelebihan air, artinya HD harus dilakukan sesuai jadwal dan kontinyu. Untuk kadar Hb target yang harus dicapai pada pasien PGK adalah dipertahankan antara 10-12 g/dL, dan apabila kadar Hb berada di bawah 10, target kenaikannya saat mendapatkan terapi EPO adalah secara perlahan dan bertahap yaitu antara 0,5-1,5 g/dl per bulan. Peningkatan kadar Hb yang di bawah target saat diterapi EPO dapat disebabkan berbagai faktor, antara lain dosis EPO atau dosis zat besi yang kurang, gizi pasien yang buruk, adanya infeksi, dsb sehingga harus dicari terlebih dahulu penyebabnya sehingga koreksi Hb oleh injeksi EPO menjadi lebih optimal. Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan tetap semangat ya

Dijawab pada : 00 0000 / Jam 00.00 oleh : Admin
Bp M, di tempat
Pertanyaan melalui instagram @SahabatGinjal_Diary:

Saya pasien gagal ginjal, saya cuci darah seminggu 2x sudah 11 bln, yang saya mau tanyakan aktivitas buang air kecil saya msih normal, kalau saya 1 minggu tidak cuci darah badan malah lebih segar, tp kalau habis cuci darah saya merasa lemas. Kenapa hal ini bisa terjadi? Terima kasih
Ditanyakan pada : 29 Mei 2017 / Jam 16.43 oleh : Admin Sahabatginjal

Mengenai pertanyaan Bapak, berikut tanggapan dari kami: badan Bapak terasa masih segar walaupun 1 minggu tidak cuci darah (hemodialisis) dimungkinkan karena Bapak masih bisa buang air kecil. Produksi urin yang masih ada membantu membuang kelebihan air dan racun dalam tubuh. Rasa lemah setelah dialisis dimungkinkan terjadi karena memang salah satu efek samping cuci darah yang dapat dialami adalah turunnya tekanan darah/ hipotensi. Meskipun demikian cuci darah sebaiknya tetap dilakukan sesuai jadwal agar penumpukan racun dalam tubuh tidak semakin tinggi karena dapat mempercepat kerusakan fungsi ginjal yang tersisa sehingga akan semakin menurunkan produksi urin. Semoga bermanfaat dan tetap semangat ya Pak.

Dijawab pada : 00 0000 / Jam 00.00 oleh : Admin